Sunday, 12 March 2017

TUGAS 1 PSIKOTERAPI : PERBEDAAN PSIKOTERAPI DENGAN KONSELING

PERBEDAAN PSIKOTERAPI DENGAN KONSELING

A. PENGERTIAN PSIKOTERAPI
Menurut Wolberg (1954) psikoterapi sebagai suatu bentuk perawatan (atau perlakuan, treatment) terhadap masalah yang timbul yang asalnya dari faktor emosi pada mana seorang yang terlatih, dengan terencana mengadakan hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan, mengubah sesuatu simtom dan mencegah agar simtom tidak muncul pada seseorang yang terganggu pola perilakunya, untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi secara lebih positif. 
Menurut Ivey & Simek-Downing (1980) psikoterapi adalah proses jangka panjang, berhubungan dengan upaya merekonstruksi seseorang dan perubahan yang lebih besar pada struktur kepribadian.

B. PENGERTIAN KONSELING
Konseling adalah suatu hubungan yang bebas dan berstruktur yang membiarkan klien memperoleh pengertian sendiri yang membimbingnya untuk menentukan langkah-langkah positif ke arah orientasi baru. (Rogers, 1942)
Konseling merupakan suatu proses yang terjadi dalam hubungan pribadi antara seseorang yang mengalami kesulitan dengan seorang profesional yang latihan dan pengalamannya mungkin dapat dipergunakan untuk membantu orang lain mampu memecahkan persoalan pribadinya. (Smith, 1955)
Konseling adalah proses dimana seseorang yang mengalami kesulitan klien) dibantu untuk merasakan dan selanjutnya bertindak dengan cara yang lebih memuaskan dirinya, melalui interaksi dengan seseorang yang tidak terlibat yakni konselor. (Lewis, 1970)
Konseling ialah suatu proses yang berorientasikan belajar, yang dilakukan dalam lingkungan sosial yang sederhana dari orang ke seorang dimana seorang konselor yang berwenang secara profesional dalam pengetahuan dan keahlian psikologis mencoba membantu klien dengan metode yang sesuai dengan kebutuhan klien dan dalam hubungan dalam program personalia untuk mengetahui lebih banyak mengenai diri klien untuk belajar bagaimana menggunakan pengertiannya dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan secara wajar dan dihayati secara lebih jelas hingga akhirnya klien dapat menjadi anggota masyarakat yang lebih produktif dan bahagia.(Gustad, 1953)
Menurut Stefflre & Grant (1972) tujuan konseling agaknya lebih terbatas (ini dihubungkan dengan tujuan psikoterapi), lebih berhubungan dengan membantu pertumbuhan, dan dalam situasi sesaat, membantu seseorang agar bisa berfungsi untuk menyesuaikan diri dengan peran yang tepat.
Menurut George & Cristiani (1981) tujuan utama konseling, sebagai berikut :
a. Menyediakan fasilitas untuk perubahan perilaku
Perubahan perilaku yang dikehandaki ialah perubahan yang bagaimana dan selanjutnya bagaimana melakukan perubahan tersebut dengan bantuandari konselor. Konselor perlu menemukan macam-macam cara agar klien mengubahhal-hal yang diperlukan untuk pengembangan dan kemantapan dirinya, termasuk hal-hal yang ada dalam lingkungan kehidupan klien, istilah “milieu therapy” menunjukkan perlunya mengubah lingkungan (manipulasi lingkungan) agar selanjutnya mengubah klien.

b. Meningkatkan ketrampilan untuk menghadapi sesuatu
Seseorng melalui proses interaksi dengan dunia luar,bisa belajar sesuatu sebagai carauntuk menghadapi dan mengatasi masalah. Tergantung dari kemampuan dan keterampilan dasar yang dimiliki, apakah ia akan bisa mengatasi atau tidak. Hal ini bisa diberikan secara sistematis oleh seorang konselor dan inilah salah satu dari tujuan konseling yakni meningkatkan keterampilan untuk menghadapi sesuatu.

c. Meningkatkan kemampuan dalam menentukan keputusan
Dalam batas tertenbtu, konseling diarahkan agar seseorang bisa membuat sesuatu kepuutusan pada saat penting dan benar-benar dibutuhkan, keputusan yang diambil pada akhirnya harus merupakan keputusan yang ditentukan oleh klien sendiri dengan bantuan konselor. Tujuan utama konseling ialah merangsang seseorang untuk melakukan penilaian, menentukan, menerima dan bertindak atas dasar pilihannya.

d. Meningkatkan dalam hubungan antar perorangan
Sebagai makhluk sosial, seseorang diharapkan mampu membina hubungna yang harmonis dengan lingkungan sosialnya. Konseling bertujuan untuk meningkatkankualitas kehidupan seseorang sehingga pandangan dan penilaian terhadap diri sendiri busa lebih objektif serta meningkatkan keterampilan dalam penyesuaian diri agar lebih efektif.

e. Menyediakan fasilitas untuk pengembangan kemampuan klien
Pertama-tama konseling berupaya memaksimalkan kebebasan pribadi sesuai dengan kemungkinannya dalam batas-batas yang diperoleh dari dirinya sendiri atau lingkungan dan kedua, konseling berupaya untuk memaksimalkan efektivitas pribadi dengan mengembangkan penguasaannya terhadap lingkungan dan respons-respons di dalam dirinya.

C. PERBEDAAN PSIKOTERAPI DENGAN KONSELING
Perbedaan antara psikoterapi dan konseling yaitu terletak pada tujuannya.
Menurut Hahn & MacLean (1955) tujuan konseling menitikberatkan pada upaya pencegahan agar penyimpangan yang merusak dirinya tidak timbul (emphasis to prevention of disruptive deviations) dan konseling berhubungan dengan rencana jangka panjang yang bersangkut-paut dengan pendidikan dan pekerjaan atau jabatan seseorang serta pencegahan terhadap munculnya gangguan dalam bidang kesejahteraan mental, sedangkan psikoterapi terlebih dahulu menangani penyimpangan yang merusak dan baru kemudian menangani usaha pencegahannya singkatnya psikoterapi berhubungan dengan tujuan penyembuhan.

Menurut Mowrer (1953) konseling berhubungan dengan usaha mengatasi klien yang mengalami gangguan kecemasan biasa (normal anxiety), sedangkan psikoterapi berusaha menyembuhkan klien atau pasien yang menderita neurosis-kecemasan (neurotic anxiety).

Menurut Tyler (1961) konseling berhubungan denganproses bantuan terhadap klien agar menumbuhkan identitas dan berhubungan dengan penggunaan sumber yang ada, sedangkan psikoterapi berusaha melakukan perubahan pada struktur dasar perkembangannya, perubahan kepribadian dan akhirnya Tyler mengatakan bahwa konseling berhubungan dengan masalah-masalah perilaku yang timbul karena peranannya yang ada sedangkan psikoterapi berhubungan dengan konflik yang ada di dalam diri seseorang (intrapersonal).

 Menurut Wolberg (1954) konseling berhubungan dengan tujuan untuk memberikan support dan mendidik-kembali, sedangkan psikoterapi berhubungan dengan tujuan merekonstruksi kepribadian seseorang.

Menurut Stefflere & Grant (1972) konseling tujuannya agak lebih terbatas, lebih melibatkan diri dengan mempengaruhi perkembangan seseorang, dengan situasi sesaat dan dengan usaha membawa seseorang agar bisa berfungsi secara adekwat (tepat) sesuai dengan perannya. Sebaliknya, psikoterapi tujuannya lebih sentral, tidak hanya memperatikan saat sekarang, melainkan yang akan datang, jadi usaha untuk mengubah struktur kepribadian yang mendasar.

Blocher (1966) membedakan konseling dengan psikoterapi dengan melihat pada tujuannya, secara singkat sebagai berikut :
     1. Pada konseling : developmental - educative - preventive.
     2. Pada psikoterapi : remediative - adjustive - therapeutic.

Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson & Rudolph (1983), sebagai berikut :

Konseling untuk :
1. Klien
2. Gangguan yang kurang serius
3. Masalah jabatan, pendidikan
4. Berhubungan dengan pencegahan
5. Lingkungan pendidikan dan nonmedis
6. Berhubungan dengan kesadaran
7. Metode pendidikan
Psikoterapi untuk :
1. Pasien
2. Gangguan yang serius
3. Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
4. Berhubungan dengan penyembuhan
5. Lingkungan medis
6. Berhubungan dengan ketidaksadaran
7. Metode penyembuhan

Sumber :
Gunarsa, S. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulia
Suardiman. (2013). Psikologi Konseling. Yogyakarta : Perc. “STUDING”

Wednesday, 6 April 2016

Analisis Film Girl, Interrupted

SINOPSIS DAN ANALISIS FILM

A.    Sinopsis
“Sometimes the only way to stay sane is to go a little crazy...” (Susanna Kaysen)

Diangkat dari buku berjudul sama (Girl, Interrupted) yang merupakan kisah nyata penulisnya, Susanna Kaysen, film ini dibintangi oleh Winona Ryder, Angelina Jolie, Whoopi Goldberg, dan Brittany Murphy.

Film ini berkisah tentang seorang wanita muda berumur 18 tahun, Susanna Kaysen (Ryder), yang dianggap mengalami gangguan kejiwaan. Ia diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak satu botol aspirin dengan sebotol vodka, dan mengalami halusinasi, sehingga harus dirawat di Claymoore Hospital, sebuah rumah sakit khusus yang menangani masalah gangguan mental dan jiwa dimana gadis-gadis yang bermasalah menjalani terapi dan pengobatan (terkadang sampai diberi electro-shocked) kembali menjadi normal.




Di rumah sakit Claymoore, Susanna bertemu dengan beragam karakter pasien wanita. Ada teman sekamarnya Georgina (Clea Duvall) yang disebut the incessant liar; lalu pasien eating-disorder, chicken fetishist dan laxative-junkie bernama Daisy (Brittany Murphy); serta Polly (Elisabeth Moss) yang mengalami krisis percaya diri, akibat wajahnya yang rusak ketika kecelakaan masa kecil. Dan tentunya ada Lisa (Angelina Jolie), gadis liar dan veteran di Claymoore (sudah delapan tahun), sering kabur dan berulang kali tertangkap dan masuk lagi Claymoore sehingga sering diobati dengan obat penenang dan diperingati karena keliarannya. Dan pada akhirnya Kaysen kemudian terpikat dan berteman akrab dengan Lisa Rowe (Angelina Jolie) seorang sociopath yang dengan mudah memanipulasi wanita di sekelilingnya. Dia berteman baik dengan seorang perempuan yang bermasalah di lingkungannya (Lisa), ia jatuh di bawah kekuasaan hipnotis Lisa Rowe (Angelina Jolie) yang paling liar dan paling keras dari kelompok itu.

Di rumah sakit ini, sebagai wanita berumur 18 tahun ia sudah dianggap dewasa hingga bisa menandatangani surat persetujuan mendapatkan perawatan di sana. Awalnya Susanna bersikeras ia tak perlu dirawat karena ia merasa bukan orang gila. Ia teringat ketika kepala sekolah SMA-nya menanyakan rencananya setelah lulus, karena ia satu-satunya murid yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Ia hanya ingin menulis. Tapi hal ini ditanggapi dingin oleh kepala sekolah, dan Susanna merasa tersinggung karena menulis adalah hal yang sangat ia suka:

“Look, I’m not going on to burn my bra, or drop acid, or go march on Washington.”
“I just dont want to end up like my mother.”

Kepala sekolah hanya berujar, “Women today have more choices than that.” Yang langsung dibantah Susanna, “No, they don’t.”

Seperti yang sudah disinggung, masa itu adalah ketika para perempuan marak berdemo untuk menuntut hak-hak mereka. Akan tetapi di sini saya tidak terlalu mengerti kalimat kedua karena latar belakang ibu dari Susanna tidak digambarkan secara jelas, hanya keluarga Susanna yang terlihat berpendidikan dan tergolong menengah ke atas. Jika saya boleh mengartikan, sepertinya ibu Susanna seorang yang berpendidikan tinggi tapi pada akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga biasa.

Di rumah sakit Claymoore, Susanna bertemu dengan beragam karakter pasien wanita. Ada teman sekamarnya Georgina (Clea Duvall) yang disebut the incessant liar; lalu pasien eating-disorder, chicken fetishist dan laxative-junkie bernama Daisy (Brittany Murphy); serta Polly (Elisabeth Moss) yang mengalami krisis percaya diri, akibat wajahnya yang rusak ketika kecelakaan masa kecil.

Dan tentunya ada Lisa (Angelina Jolie), gadis liar dan veteran di Claymoore (sudah delapan tahun), sering kabur dan berulang kali tertangkap dan masuk lagi Claymoore sehingga sering diobati dengan obat penenang dan diperingati karena keliarannya. Lisa adalah gadis yang enerjik dan passionate. Dia bisa menjadi pelindung bagi gadis lugu, polos, yang takut melawan. Selain itu ada pula Suster Valerie (Whoopi Goldberg) yang menjadi kepala perawat di sana, yang sabar namun tegas.

B.  Analisis Film
Penyebab awal susana didiagnosis menderita borderline personality disorder karena ia diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak satu botol aspirin dengan sebotol vodka, dan mengalami halusinasi, sehingga harus dirawat di Claymoore Hospital, sebuah rumah sakit khusus yang menangani masalah gangguan mental dan jiwa dimana gadis-gadis yang bermasalah menjalani terapi dan pengobatan (terkadang sampai diberi electro-shocked) kembali menjadi normal.

Pada hari-hari pertamanya di Claymoore, Susanna adalah gadis yang pemarah, anti-sosial, dan keras kepala hingga tidak mau memakan obat penenang yang diberikan rumah sakit padanya. Meski sudah menolak, ia terpaksa memakannya.

Pada saati itu orang tua susana berkunjung ke Claymoore Hospital menjenguk dan melihat perkembangan Susana, ayah Susana menginginkan Susana cepat pulang karena hari natal akan tiba. Setelah itu ibu Susana menanyakan perihal perbatasan yang diderita Susana kepada psikiater dan terungkap dan Susana pun akhirnya mengetahui penyakit apa yang ia dderita dan ternyata ia mengidap Borderline Personality Disorder. Setelah ia mengetahui penyakitnya itu, ia menanyakan apa penyebabnya dan psikiaterpun menjawab karena depresi dan bisa karena faktor dari orang tua.
Pada suatu malam ia dan teman-temannya bermain di basement rumah sakit, dan menyusup ke ruangan dokter dan mencari arsip-arsip mereka dan membaca diagnosis (atau seperti yang Lisa katakan, “diag-non-sense”) yang tertera di dalamnya, Susanna disebut memiliki Borderline Personality Disorde.

Ciri-ciri Borderline Personality Disorder dalam film Girl, interrupted :
Ketidakstabilan citra diri, hubungan, dan suasana hati, ketidakpastian tentang tujuan, impulsif dalam kegiatan yang merusak diri  seperti seks bebas, pertentangan sosial dan sikap umumnya pesimis sering diamati hingga merasa ingin mengakhiri hidupnya.

Wednesday, 20 January 2016

2PA04_Tugas IV_Kelompok 2_Tes Psikologi Online

TES PSIKOLOGI ONLINE


  Di zaman yang sudah modern ini, kemajuan teknologi telah berkembangan dengan sangat pesat. Hal tersebut dapat kita lihat dari berbagai aspek kehidupan manusia yang semakin hari semakin bertambah kebutuhannya. Salah satu contoh dari kemajuan teknologi tersebut adalah adanya penggunaan internet. Banyak cara yang dilakukan oleh users dalam memanfaatkan penggunaan internet, diantaranya dengan menggunakan internet dalam mengolah lahan bisnis, dapat menjalin komunikasi melalui sosial media, dapat bermain permainan seperti game online, serta dapat mencari tahu sumber informasi tentang hal apapun yang dapat memperluas wawasan ilmu pengetahuan kita. Tak hanya itu, melalui internet kita juga dapat mengakses tes-tes psikologi/psikotes secara online. Dengan adanya internet ini, memudahkan kita untuk mencari soal-soal psikotes yang dapat membantu kita apabila kita ingin mengikuti suatu tes psikologi untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Di internet ini, tidak hanya terdapat soal-soal psikotes saja tetapi juga terdapat kunci jawabannya. Selain itu, banyak pula yang mempublikasikan tentang “tips and trik” bagaimana mengahadapi psikotes agar hasil yang diperoleh bagus sesuai dengan yang diharapkan.




Pengertian dan Tujuan
  Test Psikologi adalah suatu teknik yang terstruktur yang digunakan untuk menmghasilkam satu contoh perilaku terpilih. Contoh perilaku ini digunakan untuk membuat kesimpulam tentang atribut-atribut psikologis dari seseorang yang sedang ditest. Beberapa contoh atribut orang adalah intelegensi, selfesteem ( harga diri ), need for achievement ( kebutuhan berprestasi ) , dan lain-lain. Dengan perkembangan internet pun, kini kita dapat melakukan test psikologi secara on-line tanpa harus pergi ke psikiater ataupun mengikuti kegiatan-kegiatan test psikologi dengan biaya-biaya yang lumaian mahal sesusai dengan fasilitas atau alat yang digunakan dalam penelitian test psikologi.

  Anne Anastasi (1976) mengatakan bahwa tes pada dasarnya adalah suatu pengukuran yang obyektif dan standar terhadap sampel perilaku. Brown (1976) mengatakan bahwa tes adalah suatu prosedur yang sistematis guna mengukur sample perilaku seseorang. Namun Brown menganggap bahwa ciri sistematis tersebut telah mencakup pengertian obyektif, standar, dan syarat-syarat kualitas lainnya.

  Definisi yang lebih lengkap dapat dikutipkan langsung dari pendapat Cronbach yang dikemukakan dalam bukunya Essentials of psychological Testing, yaitu: “….a systematic procedure for observing a person’s behavior and describing it with the aid of a numerical scale or a category system” (Cronbach, 1970).

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Psikotes adalah prosedur pemeriksaan yang telah mengalami pembakuan, yang dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu; pengujian mental.


  Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Tujuan dari dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan faktor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi. Jadi, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut. Dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian, dan wawancara. Dari integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang di tes yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. 

Dampak Positif & Negatif Tes Psikologi Online
Positif :
  • Hemat Biaya

  Kita tau bahwa banyak sekali test-test psikologi di Indonesia dari test intelegensi, test ability, dan beberapa test psikologi yang lain. Dimana kita harus mengeluarkan beberapa lembar uang untuk mengetahui bakat apa kita miliki atau pun kemampuan yang kita miliki tergantung dengan test apa yang digunakan. Jika test yang digunakan hanya menggunakan kertas sebagai media testnya, masih bisa terjangkau. Tetap jika dengan technology yang lebih canggih mungkin sekitar 100.000 keatas. Namun dengan berkembangnya test psikologi on-line, kitapun tidak perlu membayar, mungkin hanya membayar tarif internet.
  Dibawah ini merupakan beberapa contoh website dengan test psikologi online tanpa dipungut biaya :

a.         http://www.colorquiz.com/





b.         http://www.signalpatterns.com/ 




  • Efisien dan efektif

  Dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menskoring hasil tes dengan adanya software untuk skoring hasil tes yang bersangkutan dan hemat waktu (dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat).
  Test psikologi on-line, berarti kita dapat melakukan test dimana saja dan kapan saja tanpa harus bertemu atau membuat janji dengan psikolog-psikolog untuk menjalani test psikologi. Untuk mengetahui bakat atau intelegensi kita, kita membutuhkan waktu yang lumaian sangat lama, dan terterkadang kita mesti menunggu hasil beberapa jam ataupun beberapa hari. Namun dengan adanya test psikologi on-line, kitapun tidak butuh waktu yang lama, mungkin kita dapat lakukan disaat waktu senggang ataupun saat membuka internet, dan hasilnya langsung keluar pada saat itu juga.
Karena kita mengetest dengan cara internet atau menggunakan jaringan internet, makanya hasil yang diperoleh pun terkadang tidak pasti atau belum tentu benar. Dan inilah dampak negatif dalam penggunaan test psikologi on-line. Sesuatu hasil yang diberikan melalui internet atau komputer belum pasti kebenarannya dan semakin terancamnya kerahasiaan alat tes.
  • Dapat melakukan wawancara melalui video call, jika interviewee (orang yang diwawancara) dan interviewer (orang yang mewawancarai) tidak dapat bertatap muka/bertemu secara langsung.
  • Dapat dilakukan dirumah bahkan dimana saja, kapan saja dengan menggunakan internet.
  • Menghemat waktu karena hasil akan langsung keluar setelah mengerjakan testnya.
  • Dapat melakukan tes psikologi secara klasikal dengan software khusus alat tes psikologi yang biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu.
  • Dapat menerima surat lamaran/curriculum vitae (CV) dengan adanya email.
  • Dapat dilakukan pertukaran database pelamar dengan perusahaan lain.

 Negatif :
  • Kerahasiaan alat Test semakin terancam.
  • Individu akan mengalami resistansi (kebal) atau sudah mengetahui materi tes sehingga mengerjakan tes tidak sebagai dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi baik yang dapat membuat hasil tes terlihat baik.
  • Dalam melakukan wawancara secara online, dikhawatirkan individu tidak menampilkan dirinya secara benar, yaitu individu yang diwawancara disorot dengan webcam tetapi yang mengetik jawaban adalah orang lain. Ataupun jika melalui suara, dikhawatirkan akan adanya gangguan atau tidak lancarnya jaringan sehingga video maupun suara yang ada akan patah-patah (jaringan lemot), yang mengakibatkan terganggunya proses wawancara.
  • Banyaknya informasi yang diterima sering kali membuat kita kesulitan dalam memilah prioritas dan menentukan kebenaran informasi tersebut. Bahkan tidak jarang orang percaya begitu saja terhadap informasi yang diterimanya, tanpa terlebih dahulu menyelidiki kebenaran dari informasi yang dia terima (Dewin, 2010). Dalam hal ini, misalnya lamaran yang diterima melalui email.
  • Dengan adanya programmer yang dapat membuat software skoring alat tes psikologi, membuat programmer tersebut dapat melakukan pekerjaan orang-orang psikologi dalam hal skoring hasil.
  • Posisi negatifnya juga jika kita melakukan tes psikologi secara online kita belum tau pasti web tersebut resmi atau tidak, di era yang sekarang ini teknologi sudah sangat canggih belum tentu yang membuat web tes psikologi tersebut psikolog sungguhan melainkan orang-orang biasa.
  • Tes psikologi secara online ini sebenarnya sangat merugikan para psikolo-psikolog yang lain karena tes ini bisa membuat nama psikolog menjadi tidak bagus di mata para masyarakat dan tes psikologi ini membuat para orang percaya sehingga banyak orang yang lebih memilih tes online dari pada datang langsung ke psikolog, selain itu juga biayanya pun hemat di banding datang ke psikolognya.
  • Alat Test psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek seperti observasi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut menjadi valid.

Kesimpulan

  Tes psikologi yang dilakukan secara online maupun tes psikologi yang sudah di unduh dari internet ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya selain hemat biaya, waktu pengerjaannya tidak terbatas, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja sesuka kita, apabila ada yang salah dalam mengerjakan soal dapat kita ulangi kembali, hasil tes cepat keluar tanpa harus menunggu lama.

  Selain itu, adapula kerugian dalam mengikuti psikotes online, diantaranya adalah banyak terjadi penipuan yang dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga hasil dari tes psikologi menjadi tidak valid, hasil yang diperoleh setelah menyelesaikan soal psikotes online menjadi tidak akurat karena hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan kemampuan kita karena pada saat pengerjaan tes kita dapat mengulanginya berkali-kali. Dan kerugian yang paling parah adalah alat-alat tes psikologi tidak terjamin kerahasiaannya karena keterbukaan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor. Apabila tes psikologi ini bocor dan masyarakat berasumsi bahwa dengan mengikuti psikotes online saja sudah efektif, tentu akan meresahkan lulusan psikologi karena pekerjaan mereka akan terhenti.

  Karena tes psikologi secara online ini tidak dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur, karena orang yang mengikuti tes psikologi ini sudah mengetahui apa yang akan ia jawab dalam tes tersebut. Oleh karena itu, kerahasiaan alat-alat tes psikologi harus sangat di jaga. Terutama oleh orang-orang yang bergerak di bidang psikologi agar tes-tes tersebut memiliki daya fungsi yang sesuai dengan apa yang akan di ukur.


Sumber            :

Kelompok 2

1. Annisa Fitria Arum. H 11514365
-  Mencari materi mengenai Fenomena dan Dampak Positif & Negatif Tes Psikologi Online
-  Merangkum materi
-  Upload

2. Desak Ayu Made Anggrasini 12514737
-  Mencari materi mengenai Fenomena dan Dampak Positif & Negatif Tes Psikologi Online
-  Edit materi
-  Upload

3. Fajar Surya Hidayat 13514887
-  Mencari materi mengenai Fenomena dan Dampak Positif & Negatif Tes Psikologi Online

4. Rizky Putri Ramadhani 19514716
-  Mencari materi mengenai Fenomena dan Dampak Positif & Negatif Tes Psikologi Online
-  Edit materi


Saturday, 28 November 2015

Internet dalam Lingkup Interpersonal (Kelompok Unik dalam Internet - Kelompok Kerja Virtual)

Kelompok Unik dalam Internet - Kelompok Kerja Virtual

 Di dalam dunia internet terdapat banyak sekali kelompok-kelompok atau biasa yang disebut dengan komunitas (fanbase) dari kelompok musik, kelompok jual beli barang, kelompok sosial, dsb. Ini sangat bermanfaat bagi si pengguna karena mulai dari dunia maya kita dapat mengenal satu sama lain orang-orang yang mempunyai hobi dan kebiasaan yang sama, orang-orang yang tadinya tidak kita kenal tetapi dengan adanya kelompok unik ini melalui internet kita dapat bersosialisasi dengan anggota-anggota lain. Hobi yang sama, mempunyai barang yang hampir sama karena sama-sama memiliki rasa kekaguman sehingga apapun barangnya, bagaimanapun bentuk dan cara menggunakannya kalau sudah terlanjur suka dan kagum pasti akan terus-menerus dicari, bahkan ada yang sampai mencari barang yang dia suka dia dengan keberaniannya serta niat yang sangat tinggi sampai ke luar negeri. Ini mungkin ada beberapa contoh analisa tentang kelompok-kelompok unik dalam Internet.
Hasil gambar untuk kelompok kerja virtual adalah


          Di atas kita sudah jelaskan apa saja kelompok-kelompok yang ada di dalam internet. Mungkin sudah banyak orang yang mengenal dengan kelompok musik dengan berbagai macam aliran, kalau sudah mendengar kata tersebut maka anggota-anggota yang ikut bergabung dalam kelompok itu akan sangat bangga dan senang karena di dalamnya terdapat berbagai macam hal yang bisa mereka lakukan seperti membuat jadwal berkumpul atau gathering guna saling mengenal, saling berbagi dalam bermusik, dan saling memberi semangat agar kelompok tersebut dapat bertahan lama, selalu kompak, dan akan selalu memberikan yang terbaik bagi kelompoknya sendiri maupun masyarakat luas.
Ada lagi tentang kelompok di dalam internet yaitu jual beli barang, yaitu segala jenis barang yang bermerk atau yang sudah grosir dapat dijual disitu tujuannya bagi si pengguna tentu saja menambah penghasilan dan bagi konsumen adalah lebih praktis. Biasanya para komsumen membeli barang di luar rumah seperti di Mall atau tempat-tempat grosiran lainnya, kali ini sudah ada yang lebih praktis lagi tanpa harus keluat rumah yaitu jual beli melalui via online. Barang yang kita inginkan tinggal pesan lewat email atau sms dan siap diantar sampai tujuan. Di Indonesia ini sudah beribu-ribu macam kelompok dan mereka bisa saling berinteraksi satu dengan yang lain dengan sesama komunitas.

Kelompok Kerja Virtual
Kelompok kerja virtual merupakan kumpulan orang yang bekerja secara terpisah untuk mengerjakan suatu proyek yang diperintahkan atasan dalam sebuah pekerjaan. Pekerjaan ini menggunakan jaringan internet, dalam keadaan terpisah, beda ruangan bahkan beda negara sekalipun. Seperti melalui e-mail, pesan instan, database bersama, diskusi threaded dan kalender.
Hasil gambar untuk kelompok kerja virtual adalah

Aplikasi Virtualisasi
Biasanya, orang yang bergelut dalam dunia komputer dekat dengan kata “virtualisasi,” dan vendor menggunakan istilah ini hamper untuk apapun. Berbagai teknologi jatuh di bawah payung “virtualisasi aplikasi”, beberapa diantaranya telah ada selama beberapa dekade, sementara yang lain berada di garis depan.
Tiga faktor utama yang membedakan tim virtual dari tim yang bertemu muka secara langsung adalah :
(1) ketiadaan isyarat-isyarat paraverbal dan nonverbal;
(2) konteks sosial yang terbatas; dan
(3) kemampuan untuk mengatasi keterbatasan waktu dan ruang.

Jaringan dan Virtualisasi Storage
Dalam sebuah jaringan, virtualisasi mengkonsolidasikan beberapa perangkat menjadi pandangan logis sehingga mereka dapat dikelola dari konsol tunggal. Virtualisasi juga memungkinkan beberapa perangkat penyimpanan yang dapat diakses dengan cara yang sama tidak peduli apa jenis dan lokasinya. Kemampuan bersosialisasi yang tinggi dari para profesional membuat mereka mampu membentuk kelompok yang disebut kelompok kerja virtual. Berkumpul dan membentuk team saat ada pekerjaan yang harus ditangani.


Tim kerja virtual seperti itu hanya bisa dibentuk oleh para professional yang sudah bisa bertindak sebagai agen indenpenden bagi dirinya sendiri. Mereka hanya jadi terikat ketika sedang menangani suatu proyek yang dikerjakan oleh tim virtual. Kemudahan dalam menggunakan perangkat telekomunikasi menjadi sarana jitu untuk saling berhubungan jika suatu saat dibutuhkan. Dalam konteks organisasi ini kelompok kerja virtual yang masing-masing bisa muncul dan melintasi batas-batas organisasi konvensional seperti yang terdapat pada perusahaan umumnya. 

Layanan komunikasi kelompok kerja virtual
 1. Resepsionis Jarak Jauh. Sebuah tim pekerja kantor virtual bekerja menggunakan teknologi Telepon Integrasi dengan perangkat lunak Komputer untuk menggantikan resepsionis tradisional.
  2. Asisten Virtual. Sebuah asisten virtual sering kali merupakan sekretaris bagi yang bekerja dari rumah, yang jarang bertemu atau bertatap muka dengan klien.
  3. Layanan Jawab / call center beroperasi dari lokasi terpusat untuk tujuan menerima dan mengirimkan sejumlah besar permintaan melalui telepon. Layanan telepon kantor virtual menjembatani kesenjangan antara Anda dan klien.
  4. Kotak suara adalah teknologi yang menyimpan pesan suara elektronik.
 5. Gedung Kantor Virtual - kantor virtual memberi Anda untuk memiliki kantor nyata di kota pilihan Anda, agar dapat digunakan untuk bertatap muka, rapat, pertemuan dengan karyawan lain atau relasi.



Layanan Ruang kelompok kerja virtual
  1. Alamat Profesional - Sebuah bangunan bergengsi untuk digunakan sebagai alamat bisnis.
  2. Alamat surat - Alamat profesional dapat digunakan untuk menerima, mengirim surat tanpa konotasi dari sebuah PO Box.
 3. Resepsionis - Tenaga Resepsionis sebagai ”wakil” untuk menerima dan menandatangani paket atau dokumen.
 4. Bisnis Meeting Space - Penggunaan ruang pertemuan sesuai dengan permintaan (per jam, harian atau mingguan) untuk melakukan pertemuan atau rapat.
 5. Sebuah kantor layanan lengkap virtual akan menyediakan internet broadband, fax, fotokopi, printer, fitur telepon tingkat lanjut, conference call, video conferencing, lobi / ruang tunggu dan dapur.
  6. Live Resepsionis Virtual - Sebuah layanan menjawab virtual adalah sebuah sistem otomatis dengan resepsionis virtual hidup. Ini jenis layanan dapat dinikmati tanpa membeli peralatan mahal.

Pengguna umum kelompok kerja virtual:
·         Home Industri barang/jasa
·         Akuntan
·         Pengacara
·         Hukum Perusahaan
·         Toko online
·         Dokter / Terapis
·         Bisnis konsultan
·         Mediator / resolusi konflik
·         Kamar Dagang
·         Senior manajemen
·         Real estat
·         Perusahaan hipotek
·         Broker Saham / perencana keuangan
·         Koleksi lembaga
·         Jaringan kelompok
·         Pelatih / instruktur
·         Inkubator

Sumber:

Kelompok 2
1.  Annisa Fitria Arum. H 11514365
-          Mencari materi mengenai kelompok unik dalam internet - kelompok kerja virtual
-          Merangkum materi
2. Desak Ayu Made Anggrasini 12514737
-          Mencari materi mengenai kelompok unik dalam internet - kelompok kerja virtual
-          Edit materi
-          Upload
( http://ayumadea.blogspot.co.id/2015/11/fungsi-sosial-dari-internet-dalam.html )
3. Fajar Surya Hidayat 13514887
-          Mencari materi mengenai kelompok unik dalam internet - kelompok kerja virtual
-          Upload
4. Riki Rinaldo Yeremia 1C514981
-          Mencari materi mengenai kelompok unik dalam internet - kelompok kerja virtual
-           Upload

5. Rizky Putri Ramadhani 19514716
-          Mencari materi mengenai kelompok unik dalam internet - kelompok kerja virtual
-          Edit materi
-          Upload
(http://kikkyramadhani.blogspot.co.id/2015/11/internet-dalam-lingkup-interpersonal.html)