Tuesday, 3 October 2017

#SIP SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


#SIP PENGERTIAN SISTEM DAN INFORMASI
1.      SISTEM
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari produser-produser yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. (FitzGeralrd, 1981)
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Hartono, 2005)
Menurut Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit-unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Apabila satu unit macet atau terganggu, unit lainnya pun akan terganggu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut.
Sedangkan menurut Indrajit (dalam Hutahaean, 2014) sistem adalah mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan interaksi dari kumpulan elemen-elemen untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

          2.      INFORMASI
Menurut Davis (dalam Kadir, 2003), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau keputusan yang akan datang.
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. (Hartono, 2005)
Menurut Zulkifli (2005), informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan informasi merupakan data yang telah diolah atau dimanipulasi menjadi sebuah bentuk yang berarti, lebih berguna dan bermanfaat bagi penerimanya dalam keperluan tertentu.
Sutabri (2012) menjelaskan bahwa fungsi dari informasi adalah memberikan suatu dasar kemungkinan untuk menanggapi seleksi kepada pengambilan keputusan.

Menurut Kusrini dan Koniyo (2007), Informasi yang berkualitas memiliki 3 kriteria, yaitu :
Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan, tidak bias ataupun menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi itu harus dapat dengan jelas mencerminkan maksudnya.

Tepat pada waktunya
Informasi yang dtang pada penerima tidak boleh terlambat. Di dalam pengambilan keputusan, informasi yang sudah using tidak lagi bernilai. Bila informasi datang terlambat sehingga pengambilan keputusan terlambat dilakukan.

Relevan
Informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi tersebut. Informasi harus bermanfaat bagi pemakainya.

Menurut Komarudin (dalam Nuraida, 2008) , mengemukakan bahwa informasi sebagai hasil dari pengolahan data mempunyai tujuan :

1.         Informasi deskriptif
2.         Informasi penjelasan
3.         Informasi prediktif
4.         Informasi evaluatif
5.         Informasi inovatif

#SIP PENGERTIAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


SISTEM INFORMASI
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. (Leitch, 1983)
Menurut Irene Joos, dkk (2009) sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki tujuan sendiri untuk menghasilkan informasi dengan menggunakan sistem input/proses/output.
Menurut Turban, McLean dan Wetherbe (dalam Taufiq, 2013) sistem informasi merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan sistem di dalam suatu organisasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik dengan menggunakan sistem input/proses/output.

Menurut Kadir (2003) dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen sebagai berikut:

·        Perangkat keras (hardware): mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer
·      Perangkat lunak (software): sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
·   Prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
·    Orang: semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan  penggunaan keluaran sistem informasi.
·       Basis data (database): sekumpulan tabel, hubungan dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
·      Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

PSIKOLOGI
Menurut Gulo (1982) dalam kamus psikologinya, psikologi yaitu ilmu yang mempelajari proses-proses mental dan perilaku makhluk hidup, ataupun proses-proses mental dan perilaku itu sendiri.
Menurut Sukartini & Baihaqi (2007) psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji perilaku individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
Sedangkan menurut Branca (dalam Basuki, 2008) adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang menyediakan informasi-informasi dan dapat digunakan untuk mengumpulkan dan mengolah data mengenai proses-proses mental dan perilaku individu. 

#SIP ARSITEKTUR KOMPUTER
Menurut Suryadi (1994), arsitektur komputer adalah desain komputer yang meliputi set instruksi, komponen hardware, dan organisasi atau susunan sistemnya.
Menurut Alfatta (2007), arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
Sedangkan menurut Syahrul dan Basalamah (2016), arsitektur komputer adalah hal yang berkenaan dengan struktur dan perilaku berbagai modul-modul fungsional komputer dan bagaimana mereka saling berinteraksi untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan pemrosesan pengguna.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer adalah desain komputer yang meliputi set instruksi, komponen hardware, dan organisasi atau susunan sistemnya dan bagaimana mereka saling berinteraksi untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan pemrosesan pengguna.

#SIP STRUKTUR KOGNITIF MANUSIA

Menurut Widyatiningtyas (2002), struktur kognisi manusia atau yang disebut dengan skemata atau skema adalah berupa fakta-fakta konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi yang ada dalam pikiran.
Menurut Orams (dalam Hidayat,dkk 2007) dengan memodifikasi teori Piaget mengemukakan bahwa proses membangun struktur kognitif dapat terwujud melalui adanya informasi, transformasi, dan penggunaan. Interaksi antara individu dengan lingkungan hidup akan terus berlangsung sejalan dengan adanya pemahaman dan persepsi baru mengenai lingkungan tersebut.
Sedangkan menurut Solso (2007), struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan. Struktur kognisi manusia juga merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia atau yang disebut dengan skemata atau skema merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.
Dibawah ini adalah video mengenai kognisi manusia :



#SIP KAITAN ANTARA ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
            Komputer diterima secara luas dan digunakan dalam hampir seluruh aspek kehidupan manusia modern. Selain membantu penelitian terhadap pikiran manusia, komputer juga memberikan dampak filosofis terhadap cara pandang para ilmuan terhadap pikiran. Generasi ilmuwan komputer dalam bidang kognitif modern sedang berupaya menyusun suatu jenis komputer yang terstruktur dan meimiliki kinerja seperti otak manusia. Para ilmuwan tersebut mengaplikasikan pengetahuan mereka tentang jaringan neural di otak dan menyusun komputer yang terdiri dari jaringan neural buatan, jaringan buatan ini disempurnakan dengan lapisan-lapisan neiron elektronik yang saling berhubungan, yang struktur organisasinya menyerupai struktur jaringan otak manusia, dan bahkan memiliki program-program yang mensimulasikan fungsi-fungsi jaringan saraf yang sesungguhnya. (Solso, Maclin & Maclin, 1977)
Proses pengolahan informasi yang terjadi di otak manusia sama halnya dengan penyimpanan atau proses yang dilalui oleh informasi dalam komputer. Seperti yang dikemukakan oleh Kenneth Craik bahwa otak manusia seperti komputer karna mampu menjiplak dan menyamai kegiatan diluar. Kognisi manusia menggunakan istilah HIP atau Human Information Process untuk menjelaskan proses tersebut. (Lindsay & Norman, 1977)
Dengan uraian “Generasi ilmuwan komputer dalam bidang kognitif modern sedang berupaya menyusun suatu jenis komputer yang terstruktur dan meimiliki kinerja seperti otak manusia” arsitektur komputer memberikan berbagai atribut pada system komputer yang dibutuhkan oleh seorang perancang perangkat atau system untuk mengembangkan suatu program. Melalui prinsip-prinsip kognisi, sesorang dapat memproses informasi secara efisien dan terorganisasikan dengan baik. Sistem informasi dengan teknologi yang pesat dan canggih dapat memudahkan sesorang dalam melakukan aktivitas yang dikembangkan berdasarkan prinsip kerja kognisi.

#SIP KELEMAHAN DAN KELEBIHAN DARI ARSITEKTUR KOMPUTER BILA DIBANDINGKAN DENGAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA

A.    Arsitektur Komputer
Kelemahan :
1.    Memerlukan tempat yang besar untuk menyimpan
2.    Harga yang cukup mahal
3.   Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memproses informasi yang masuk
4.    Membutuhkan arus listrik
5.    Tidak dapat membuat kesimpulan, keputusan

Kelebihan :
1.    Informasi yang sudah tersimpan tidak tercampur dengan informasi lain
2.   Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memuncul kembali informasi yang tersimpan
3.   Multi user, dapat digunakan oleh beberapa orang dalam waktu yang bersamaan
4.   Dapat membuka beberapa aplikasi atau informasi dalam waktu yang bersamaan
5.   Dalam pengoperasian matematika lebih cepat

B.     Struktur Kognisi Manusia
Kelemahan :
1.  Proses kognitif cenderung lebih efektif ketika infonya positif (cenderung mengingan informasi yang positif seperi hal yang baik, disukai, berguna)
2.   Proses kognitif cenderung dipengaruhi emosi yg sedang dialami (mengingat, membuat keputusan akan lebih efektif pada saat sedang gembira)
3.   Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memanggil informasi yang telah tersimpan (recall)
4.      Memungkinkan informasi yang tersimpan dapat hilang (lupa)
5.      Dalam pengoperasian matematika, manusia lebih lambat

Kelebihan :
1.      Proses kognitif cenderung lebih aktif
2.  Proses kognitif berlangsung sangat efisien dan akurat (kapasitas ingatan manusia tidak terbatas)
3.      Kapasitas untuk menerima atau menyimpan informasi lebih banyak
4.  Dapat memproses informasi baru dengan lebih cepat dibanding arsitektur komputer
5.      Lebih unggul mengenali wajah

Dibawah ini video mengenai kekuatan pikiran manusia :


            

 Daftar Pustaka
Alfatta, H. (2007). Analisis dan Perancangan Informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Andayati, D. (2012). Sistem pakar dalam bidang psikologi. Prosiding seminar nasional aplikasi sains & teknologi (SNAST) periode IIIISSN: 1979-911X. Jurusan teknik informatika, Institut Sains & TeknologiAKPRIND, Yogyakarta.
Basuki, H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
FitzGerarld, J., FitzGerald, A., & Stalling, W. D. Jr. (1971). Fundamental of system analysis. New York: John Willey & Sons
Hartono, J. (2005). Sistem informasi: Pendenkatan terstruktur teori dan praktik aplikasi bisnis.Yogyakarta: Andi
Gaol, Chr. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta : Penerbit PT Grasindo.
Gulo, D. (1982). Kamus Psychologi. Universitas Michigan: Tonis
Hidayat, D.S, dkk. (2007). ilmu dan aplikasi pendidikan. Grasindo
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish Publisher.
Kadir, A. (2003). Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi
Krismiaji. (2002). Sistem informasi akuntansi. Yogyakarta: Unit Penerbitan dan Percetakan AMP YKPN.
Lindsay, P. H., Norman, D. A. (1977). Human information processing: An introduction to psychology. New York: Academia Press
Taufiq. (2013). Sistem informasi manajemen konsep dasar, analisis dan metode pengembangan. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Robert, A. L. & Davis, K. R. (1983). Accounting information systems. New Jersey: Prentice-Hall
Sutabri, T. (2012). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Andi
Zulkifli, A. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: Garamedia Pustaka Utama.
Joos, I. (2003). Pengolahan sistem informasi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Solso, R. L., Maclin, O. H. & Maclin, M. K.. (2007). Psikologi kognitif edisi kedelapan. Erlangga: Jakarta
Sukartini, P. S. &  Baihaqi, M. I. F. (2007). Teori psikologi pendidikan. Dalam ali.m., ibrahim, r., sukmadinata, n.s., sudjana, d., dan rasjidin, w penyunting. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Pedagogiana Press.
Suryadi, HS. (1994). Pengantar arsitektur computer (Seri diktat). Jakarta: Gunadarma
Widyatiningtyas, R. (2002). Pembentukan Pengetahuan Sains, Teknologi, dan Masyarakat dalam Pandangan Pendidikan IPA. Jurnal pendidikan dan budaya. Vol. 1, No. 2. 
Sumber Gambar : www.google.com
Sumber Video : www.youtube.com




Unknown Web Developer