#SIP
PENGERTIAN SISTEM DAN INFORMASI
1.
SISTEM
Sistem adalah suatu
jaringan kerja dari produser-produser yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
sasaran tertentu. (FitzGeralrd, 1981)
Sistem adalah kumpulan
dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Hartono,
2005)
Menurut Gaol (2008)
sistem adalah hubungan satu unit dengan unit-unit lainnya yang saling
berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju
suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Apabila satu
unit macet atau terganggu, unit lainnya pun akan terganggu untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan tersebut.
Sedangkan menurut Indrajit (dalam Hutahaean, 2014) sistem adalah mengandung
arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan
antara satu dengan lainnya.
Berdasarkan uraian diatas
dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan interaksi dari kumpulan elemen-elemen untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2. INFORMASI
Menurut Davis (dalam
Kadir, 2003), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk
yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat
ini atau keputusan yang akan datang.
Informasi adalah data
yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya. (Hartono, 2005)
Menurut Zulkifli (2005),
informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk atau dimanipulasi sesuai
dengan keperluan tertentu.
Berdasarkan uraian diatas
maka dapat disimpulkan informasi merupakan data yang telah diolah atau
dimanipulasi menjadi sebuah bentuk yang berarti, lebih berguna dan bermanfaat
bagi penerimanya dalam keperluan tertentu.
Sutabri (2012) menjelaskan bahwa fungsi dari informasi adalah memberikan
suatu dasar kemungkinan untuk menanggapi seleksi kepada pengambilan keputusan.
Menurut Kusrini dan Koniyo (2007), Informasi yang
berkualitas memiliki 3 kriteria, yaitu :
Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan, tidak bias ataupun
menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi itu harus dapat dengan jelas
mencerminkan maksudnya.
Tepat pada waktunya
Informasi yang dtang pada penerima tidak boleh
terlambat. Di dalam pengambilan keputusan, informasi yang sudah using tidak lagi
bernilai. Bila informasi datang terlambat sehingga pengambilan keputusan
terlambat dilakukan.
Relevan
Informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan
dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi tersebut. Informasi harus
bermanfaat bagi pemakainya.
Menurut Komarudin (dalam Nuraida, 2008) , mengemukakan
bahwa informasi sebagai hasil dari pengolahan data mempunyai tujuan :
1.
Informasi deskriptif
2.
Informasi penjelasan
3.
Informasi prediktif
4.
Informasi evaluatif
5.
Informasi inovatif
#SIP
PENGERTIAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
SISTEM
INFORMASI
Sistem informasi adalah
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan
transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi
dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan. (Leitch, 1983)
Menurut Irene Joos, dkk
(2009) sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki tujuan sendiri untuk
menghasilkan informasi dengan menggunakan sistem input/proses/output.
Menurut Turban, McLean
dan Wetherbe (dalam Taufiq, 2013) sistem informasi merupakan sebuah sistem yang
mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi
untuk tujuan yang spesifik.
Berdasarkan uraian
diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan sistem di dalam
suatu organisasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan
menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik dengan menggunakan sistem
input/proses/output.
Menurut Kadir (2003) dalam
suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen sebagai berikut:
· Perangkat keras (hardware): mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan
printer
· Perangkat lunak (software): sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras
untuk dapat memproses data.
· Prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai
untuk mewujudkan pemrosesan data pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
· Orang: semua pihak yang bertanggung jawab
dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
· Basis data (database): sekumpulan tabel, hubungan dan lain-lain yang berkaitan
dengan penyimpanan data.
· Jaringan komputer dan komunikasi data:
sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources)
dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
PSIKOLOGI
Menurut Gulo (1982) dalam
kamus psikologinya, psikologi yaitu ilmu yang mempelajari proses-proses mental
dan perilaku makhluk hidup, ataupun proses-proses mental dan perilaku itu
sendiri.
Menurut Sukartini &
Baihaqi (2007) psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji perilaku
individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
Sedangkan menurut Branca
(dalam Basuki, 2008) adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia.
Dari penjelasan diatas
dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem di dalam
suatu organisasi yang menyediakan informasi-informasi dan dapat digunakan untuk
mengumpulkan dan mengolah data mengenai proses-proses mental dan perilaku
individu.
#SIP
ARSITEKTUR KOMPUTER
Menurut Suryadi (1994), arsitektur
komputer adalah desain komputer yang meliputi set instruksi, komponen hardware,
dan organisasi atau susunan sistemnya.
Menurut Alfatta (2007), arsitektur
komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus
seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat
menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan
target biayanya.
Sedangkan menurut Syahrul
dan Basalamah (2016), arsitektur komputer adalah hal yang berkenaan dengan
struktur dan perilaku berbagai modul-modul fungsional komputer dan bagaimana
mereka saling berinteraksi untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan pemrosesan pengguna.
Dari penjelasan diatas
dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer adalah desain komputer yang
meliputi set instruksi, komponen hardware, dan organisasi atau susunan
sistemnya dan bagaimana mereka saling berinteraksi untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan
pemrosesan pengguna.
Menurut Widyatiningtyas
(2002), struktur kognisi manusia atau yang disebut dengan skemata atau skema
adalah berupa fakta-fakta konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi yang ada
dalam pikiran.
Menurut Orams (dalam
Hidayat,dkk 2007) dengan memodifikasi teori Piaget mengemukakan bahwa proses
membangun struktur kognitif dapat terwujud melalui adanya informasi,
transformasi, dan penggunaan. Interaksi antara individu dengan lingkungan hidup
akan terus berlangsung sejalan dengan adanya pemahaman dan persepsi baru
mengenai lingkungan tersebut.
Sedangkan menurut Solso
(2007), struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata
lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan. Struktur
kognisi manusia juga merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak
manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi
dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam
menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.
Dari penjelasan diatas
dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia atau yang disebut dengan
skemata atau skema merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain komponen
yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan
sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan
dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.
Dibawah ini adalah video mengenai kognisi manusia :
Dibawah ini adalah video mengenai kognisi manusia :
#SIP
KAITAN ANTARA ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
Komputer diterima
secara luas dan digunakan dalam hampir seluruh aspek kehidupan manusia modern. Selain
membantu penelitian terhadap pikiran manusia, komputer juga memberikan dampak
filosofis terhadap cara pandang para ilmuan terhadap pikiran. Generasi ilmuwan
komputer dalam bidang kognitif modern sedang berupaya menyusun suatu jenis
komputer yang terstruktur dan meimiliki kinerja seperti otak manusia. Para ilmuwan
tersebut mengaplikasikan pengetahuan mereka tentang jaringan neural di otak dan
menyusun komputer yang terdiri dari jaringan neural buatan, jaringan buatan ini
disempurnakan dengan lapisan-lapisan neiron elektronik yang saling berhubungan,
yang struktur organisasinya menyerupai struktur jaringan otak manusia, dan
bahkan memiliki program-program yang mensimulasikan fungsi-fungsi jaringan
saraf yang sesungguhnya. (Solso, Maclin & Maclin, 1977)
Proses pengolahan
informasi yang terjadi di otak manusia sama halnya dengan penyimpanan atau
proses yang dilalui oleh informasi dalam komputer. Seperti yang dikemukakan
oleh Kenneth Craik bahwa otak manusia seperti komputer karna mampu menjiplak
dan menyamai kegiatan diluar. Kognisi manusia menggunakan istilah HIP atau
Human Information Process untuk menjelaskan proses tersebut. (Lindsay &
Norman, 1977)
Dengan uraian “Generasi
ilmuwan komputer dalam bidang kognitif modern sedang berupaya menyusun suatu
jenis komputer yang terstruktur dan meimiliki kinerja seperti otak manusia”
arsitektur komputer memberikan berbagai atribut pada system komputer yang
dibutuhkan oleh seorang perancang perangkat atau system untuk mengembangkan
suatu program. Melalui prinsip-prinsip kognisi, sesorang dapat memproses
informasi secara efisien dan terorganisasikan dengan baik. Sistem informasi
dengan teknologi yang pesat dan canggih dapat memudahkan sesorang dalam
melakukan aktivitas yang dikembangkan berdasarkan prinsip kerja kognisi.
#SIP
KELEMAHAN DAN KELEBIHAN DARI ARSITEKTUR KOMPUTER BILA DIBANDINGKAN DENGAN
STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
A. Arsitektur Komputer
Kelemahan :
1. Memerlukan
tempat yang besar untuk menyimpan
2. Harga
yang cukup mahal
3. Membutuhkan
waktu yang cukup lama untuk memproses informasi yang masuk
4. Membutuhkan
arus listrik
5. Tidak
dapat membuat kesimpulan, keputusan
Kelebihan :
1. Informasi
yang sudah tersimpan tidak tercampur dengan informasi lain
2. Tidak
membutuhkan waktu yang lama untuk memuncul kembali informasi yang tersimpan
3. Multi
user, dapat digunakan oleh beberapa orang dalam waktu yang bersamaan
4. Dapat
membuka beberapa aplikasi atau informasi dalam waktu yang bersamaan
5. Dalam
pengoperasian matematika lebih cepat
B. Struktur Kognisi Manusia
Kelemahan :
1. Proses
kognitif cenderung lebih efektif ketika infonya positif (cenderung mengingan
informasi yang positif seperi hal yang baik, disukai, berguna)
2. Proses
kognitif cenderung dipengaruhi emosi yg sedang dialami (mengingat, membuat
keputusan akan lebih efektif pada saat sedang gembira)
3. Membutuhkan
waktu yang lebih lama untuk memanggil informasi yang telah tersimpan (recall)
4. Memungkinkan
informasi yang tersimpan dapat hilang (lupa)
5. Dalam
pengoperasian matematika, manusia lebih lambat
Kelebihan :
1. Proses
kognitif cenderung lebih aktif
2. Proses
kognitif berlangsung sangat efisien dan akurat (kapasitas ingatan manusia tidak
terbatas)
3. Kapasitas
untuk menerima atau menyimpan informasi lebih banyak
4. Dapat
memproses informasi baru dengan lebih cepat dibanding arsitektur komputer
5. Lebih
unggul mengenali wajah
Dibawah ini video mengenai kekuatan pikiran manusia :
Daftar Pustaka
Alfatta, H. (2007).
Analisis dan Perancangan Informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Andayati, D. (2012).
Sistem pakar dalam bidang psikologi. Prosiding seminar nasional aplikasi sains
& teknologi (SNAST) periode IIIISSN: 1979-911X. Jurusan teknik informatika,
Institut Sains & TeknologiAKPRIND, Yogyakarta.
Basuki, H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas
Gunadarma
FitzGerarld, J.,
FitzGerald, A., & Stalling, W. D. Jr. (1971). Fundamental of system analysis. New York: John Willey & Sons
Hartono, J. (2005). Sistem informasi: Pendenkatan terstruktur
teori dan praktik aplikasi bisnis.Yogyakarta: Andi
Gaol, Chr. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan
aplikasi. Jakarta : Penerbit PT Grasindo.
Gulo, D. (1982). Kamus
Psychologi. Universitas Michigan: Tonis
Hidayat, D.S, dkk.
(2007). ilmu dan aplikasi pendidikan.
Grasindo
Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta:
Deepublish Publisher.
Kadir, A. (2003). Pengenalan
Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi
Krismiaji. (2002). Sistem informasi akuntansi. Yogyakarta:
Unit Penerbitan dan Percetakan AMP YKPN.
Lindsay, P. H., Norman,
D. A. (1977). Human information
processing: An introduction to psychology. New York: Academia Press
Taufiq. (2013). Sistem informasi manajemen konsep dasar,
analisis dan metode pengembangan. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Robert, A. L. & Davis, K. R. (1983). Accounting information systems. New
Jersey: Prentice-Hall
Sutabri, T. (2012). Konsep
sistem informasi. Yogyakarta: Andi
Zulkifli, A. (2005). Manajemen
sistem informasi. Jakarta: Garamedia Pustaka Utama.
Joos, I. (2003). Pengolahan sistem informasi. Jakarta: PT
Elex Media Komputindo
Solso,
R. L., Maclin, O. H. & Maclin, M. K.. (2007). Psikologi kognitif edisi
kedelapan. Erlangga: Jakarta
Sukartini, P. S. &
Baihaqi, M. I. F. (2007). Teori
psikologi pendidikan. Dalam ali.m., ibrahim, r., sukmadinata, n.s., sudjana,
d., dan rasjidin, w penyunting. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung:
Pedagogiana Press.
Suryadi, HS. (1994). Pengantar
arsitektur computer (Seri diktat). Jakarta: Gunadarma
Widyatiningtyas, R. (2002). Pembentukan Pengetahuan Sains,
Teknologi, dan Masyarakat dalam Pandangan Pendidikan IPA. Jurnal pendidikan dan budaya. Vol. 1, No. 2.
Sumber Gambar : www.google.com
Sumber Video : www.youtube.com
Sumber Gambar : www.google.com
Sumber Video : www.youtube.com


