Monday, 30 October 2017

#SIP CBIS, SISTEM PAKAR, DAN AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)


A.  1. DEFISINI CBIS (COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM)
Menurut Fatta (2007) mengatakan bahwa Computer Based Information Sistem (CBIS) sebenarnya mengacu pada sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer yaitu hardware, software, people, procedures dan information.
Menurut Laudon dan Laudon (2008), Computer Based Information System (CBIS) adalah sistem informasi untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan perangkat keras dan lunak komputer.
Menurut Djahir dan Pratita (2014) Computer Based Information System(CBIS) adalah fleksibilitas yang ditawarkan dalam rancangan dan penggunaan data base.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa CBIS merupakan suatu sistem untuk menyebarkan berbagai informasi dari hasil pemrosesan atau pengolahan data yang menggunakan hardware dan software komputer.

Evolusi CBIS
Selama tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, perusahaan raksasa multinasional banyak menyelesaikan pembangunan sistem informasi global mereka (GIS/ Global Information System), tetapi masih terdapat beberapa hal lain yang masih harus diselesaikan dalam rangka menyempurnakan sistem pengelolaan informasi berbasis komputer yang mendunia ini. Pada tahun 2000-an, kurang lebih 2070 perusahaan multinasional akan didorong untuk memperbaiki aplikasi sistem informasi dan bentukan arsitektur sistem ini. Sistem yang mulanya dirancang untuk mendukung operasi yang tersentralisasi ataupun tidak tersentralisasi akan ditingkatkan untuk memampukan perusahaan induk dan cabangnya beroperasi sebagai sebuah koordinat suatu sistem yang terintegrasi. Adapun hal yan perlu ditingkatkan dan diintegrasikan secara utuh dalam pematangan sistem informasi dunia adalah peranan sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System atau CBIS).
Terdapat 5 jenis evolusi yang terdapat dalam CBIS atau Computer Based Information System, yaitu :
Berfokus pada data (SIA)

Menurut Margianti & Suryadi (1996) SIA merupakan suatu rangkaian yang berkaitan satu sama lain untuk mendapatkan informasi dari sebuah perusahaan untuk melakukan proses pencatatan akuntansi. Tugas sistem informasi yaitu pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data, dan menyediakan dokumen. SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar dan menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah. Video dibawah merupakan sistem informasi akuntansi :

Berfokus pada Informasi (SIM)
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.
Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar karena dengan adanya Manajemen Informasi perusahaan akan mudah mendapatkan informasi yang akurat dan tepat guna mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan tersebut. SIM secara khusus menghasilkan laporan yang sifatnya teteap dan rutin berdasarkan data yang diperoleh dan dirangkum dari sistem pemprosesan transaksi. Sim hanya menyoroti kondisi-kondisi yang khusus dan luar biasa, seperti kuota penjualan untuk suatu wilayah tertentu jatuh dibawah tingkat yang diperkirakan, atau karyawan telah melebihi batas pengeluaran tunjuangan perawatannya. Video dibawah mengenai sistem informasi manajemen :

Berfokus pada Penunjang Keputusan (SPK)
       Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu ystem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan keputusan melalui alternatif-alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model. Tujuannya adalah meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efisiennya, memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat dengan membantu integrasi antar tingkat dan memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak terstruktur. Video dibawah merupakan sistem penunjang keputusan :

Berfokus pada Komunikasi (Otomatis Kantor)
            Otomasi perkantoran (Office Automation) mencakup semua sistem elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dari orang-orang didalam maupun diluar perusahaan. Kelompok pemakai OA adalah manajer, sekretaris, dan pegawai administrasi.
Tujuan dari OA untuk mengurangi biaya administrasi, pemecahan masalah, dan pelengkap serta bukan pengganti. Beberapa contoh aplikasi OA yaitu pengolahan kata, e-mail, voice mail, kalender elektronik, konferensi audio/video, konferensi computer, imaging, dan desktop publishing.


Berfokus pada Konsultasi
       Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau biasa disebut dengan sistem pendukung kecerdasan Sistem pendukung ini memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
a.    Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan padasituasi baru
b.    Memecahkan masalah berdasarkan penalaran
c.    Memahami permasalahan berdasarkan pengalaman
d.   Mampu mengatasi masalah kompleks
2.    Data
Hierarki data
     Menurut Suyanto (2005) hirarki data adalah urutan sebuah data. Hierarki membentuk sesuatu pada beberapa aturan yang khusus atau berdasarkan peringkat (misalnya kompleksitas dan tanggung jawabnya). Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Berikut ini adalah bentuk  dari hirarki data :
a.  Bit
Suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untukkomunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulankomponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
b. Byte
Bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasidelapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalammemori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi, byte adalah kumpulanbit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (=2 pangkat 8).

a.  Field
Sekumpulan byte yang memiliki makna. Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Contoh: Joni yang merupakan field nama. Jadi, field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
b. Record
Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Jadi, record ibarat kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti.
c.  File
File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logik berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris atau record yang membentuk satu tabel yang berarti, missal gambar 2 mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.
d. Database
Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkupperusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi akademik.

Penyimpanan Data Sekunder (DASD/ SASD)
Direct Access Storage Device
       Menurut Gaol (2008), Penyimpanan akses langsung (Direct Access Storage Device) adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Direct Access Storage Device memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam media penyimpanan.
       Menurut Ukar (2006), dalam pengambilan data tertentu tidak perlu dicari dari awal, tetapi bisa langsung ke data yang dituju. Oleh karena itu, prosesnya lebih cepat.

Sequantial Access Storage Device
       Menurut Anonim (2015), Sequantial Access Storage Device adalah metode mengambil data dari perangkat penyimpanan. Dengan akses sekuensial, perangkat harus bergerak melalui semua informasi sampai ke lokasi di mana ia mencoba untuk membaca atau menulis. Metode ini sering dikontraskan dengan akses random, di mana perangkat mungkin bergerak langsung ke lokasi tertentu di memori.
       Berdasarkan penjelasan Sulianta (2008),Sequantial Access Storage Device prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal.

Pemrosesan Data (Batch, Online, Realtime)
            Menurut Suyanto (2005) batch, online, real time adalah :

Batch
Suatu pengolahan data dimana data dikumpulkan dalam kelompok-kelompok yang agak besar sebelum dimasukkan sebagai input dalam komputeruntuk periode tertentu kemudian baru dilakukan pengolahan data yang klasik.
Online
Pengolahan data yang dilaksanakan oleh peralatan yang secara langsung dikontrol oleh CPU. Pada pengolahan ini dalam banyak hal masih diperlukan peralatan tambahan untuk data yang dikirim dan diolah, yaitu Magnetic Tape Unit dan Disc Storage Device dan lainnya.

Real time
Pengolahan data yang berjalan secara parallel dengan proses fisik sehingga hasil dari pengolahan data itu muncul secara berurutan.


Database dan DBMS
Database

       Menurut C.J. Date (2000), database dapat dianggap ialah sebagai tempat sekumpulan berkas dan juga terkomputerisasi, jadi system database menurut Date pada dasarnya ialah sistem terkomputersisai yang mempunyai tujuan utamanya ialah untuk melakukan pemeliharaan terhadap informasi dan juga membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan.
       Menurut Gordon C. Everest Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi / shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
       Menurut S. Attre Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.
       Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa database merupakan tempat sekumpulan berkas dan juga terkomputerisasi yang mekanis, terbagi / shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi dengan macam-macam pemakaiannya.

DBMS
       Database Management System (DBMS) adalah seperangkat program komputer yang mengontrol pembuatan, penanganan, dan penggunaan database. Kroncke at al (1997 dan 2007) menjelaskan bahwa Database Management System (DBMS) terdiri atas perangkat lunak yang mengoperasikan database, menyediakan penyimpanan, akses, keamanan, back up dan fasiilitas lainnya. Database Management System ( DBMS) adalah sistem pengorganisasian dan pengolahan data base pada komputer. Sistem ini dirancang untuk mampu melakukan berbagai data dengan beberapa referensi data yang sama. DBMS ini mampu diakses oleh berbagai aplikasi. Database Manajement System (DBMS) merupakan software yang digunakan untuk membangun sebuah sistem basis data yang berbasis komputerisasi. DBMS membantu dalam pemeliharaan dan pengolahan kumpulan data dalam jumlah besar. Sehingga dengan menggunakan DBMS tidak menimbulkan kekacauan dan dapat digunakan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan.

       Sistem pengelolaan database dapat dikategorikan berdasarkan : model data yang didukung, seperti “relational database” atau XML, tipe komputer yang didukung, seperti “server cluster” atau “mobile phone”, bahasa untuk mengakses database, seperi SQL atau Xquery, penampilan “trade-ofif” seperti “maximum scale” atau “maximum speed” atau lainnya.  Beberaba DBMS mencakup lebih dari kategori didukung beberapa bahasa akses seperti yang dilakukan pada DBMS MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, SQL Server, FileMaker, Oracle, RDBMS, dBASE, Clipper, FoxPro dan sebagainya.

Peranan Database dalam Psikologi
       Pembuatan database dalam bidang Psikologi sangat membantu dalam mencari data-data yang dibutuhkan, databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.

       Misalnya sebuah biro yang bekerja sama dalam penanganan kondisi anak berkebutuhan khusus di suatu sekolah khusus yang tidak selalu ada di sekolah tetapi dengan program atau fasilitas yang disediakan oleh biro dengan komunikasi secara online dan seorang psikolog memberikan hasil assasment kepada guru untuk menangani atau merespon sementara sebelum psikolog di sekolah anak yang mengalami gangguan, maka ia harus melihat data-data pasien tersebut melalui data-data yang disimpan di database, berupa “Anak ADHD”, yang didalamnya terdapat data berupa nama, umur, alamat, nama orang tua, lama mengalami gangguan, hasil tes psikologis, dan lainnya. Dengan adanya database tersebut, user atau psikolog tersebut hanya membutuhkan satu primary key untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, sehingga tidak terjadi data ganda.

A.  Sistem Pakar (SP) dan AI (Artificial Intelligence)
Definisi Sistem Pakar
       Menurut Ignizio (1991) Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang berkaitan, dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliannya dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.
       Menurut Durkin (1994) Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan seorang pakar.
       Menurut Giarratano dan Riley (2005) Sistem pakar adalah suatu sistem komputer.
       Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem pakar merupakan suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan seorang pakar dan bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

Definisi Artificial Intelligence (AI)
       Menurut Rich & Knight (1991), kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
       Menurut Kristanto (2004), mendefinisikan kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditunjukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer.
       Menurut H.A Simon (dalam Kusrini, 2006) mendefinisikan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) merupakan kawasan penilitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.
       Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Artificial Intelligence merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditunjukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia dalam sistem kecerdasan komputer.

Sejarah SP dan AI
Sejarah sistem pakar
       Sistem Pakar petama kali dikembangkan oleh komunitas AI (Artificial Intellegence) pada pertengahan tahun 1956. Sistem Pakar yang munculpertama kali adalah General-purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel dan Simon (Sri Kusumadewi, 2003). Pertengahan tahun 1960-an, terjadi pergantian dari program serba bisa (general-purpose) ke program yang spesialis (special-purpose) dengan dikembangkannya DENDRAL oleh E.Feigenbauh dari Universitas Stanford dan kemudian diikuti oleh MYCIN. Awal tahun 1980-an, teknologi Sistem Pakar yang mula-mula dibatasi oleh suasana akademis mulai muncul sebagai aplikasi komersial, khususnya XCON, XSEL (dikembangkan dari R-1 pada Digital Equipment Corp.) dan CATS-1 (dikembangkan oleh General Electric). Sistem Pakar dari tahun ketahun selalu mengalami perkembangan.

Sejarah Artificial Intelligence
       Artificial Intelligence termasuk bidang ilmu yang relatif muda. Pada tahun 1950-an para ilmuwan dan peneliti mulai memikirkan bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan pekerjaannya seperti yang bisa dikerjakan oleh manusia. Alan turing , seorang matematikawan inggris pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas. Hasil tes tersebut dikenal dengan Turing test, dimana si mesin tersebut menyamar seolah-olah sebagai seseorang di dalam suatu permainan yang mampu memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan. Turing beranggapan bahwa, jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia). Alan turing juga melakukan percobaan lainnya yaitu Turing melakukan percobaan ini pada saat berpikir bahwa komputer yang bisa berpikir seperti otak manusia bisa hadir dalam kurun waktu 50 tahun lagi. Ilmu-ilmu baru bermunculan dengan tujuan menghasilkan mesin-mesin cerdas inilah yang kemudian kita kenal sebagai Artificial Intelegence (kecerdasan buatan). Kecerdasan buatan sendiri dimunculkan oleh seorang profesor dari Massachusetts institute of Technology yang bernama John McCarthy pada tahun 1965 pada Dartmouth Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI. Pada konferensi tersebut juga didefinisikan tujuan utama dari kecerdasan buatan, yaitu : mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan  mendesain mesin agar dapat menirukan kelakuan manusia tersebut.

Hubungan AI dan Kognisi Manusia
Keterkaitan antara AI dengan kognisi manusia dapat ditunjukkan dengan konsep AI, di antaranya adalah:
Turing Test – Metode Pengujian Kecerdasan
       Turing test merupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat oleh Alan Turing. Proses uji ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua objek yang ditanyai. Yang satu adalah seorang manusia dan satunya adalah sebuah mesin yang akan diuji. Penanya tidak dapat melihat langsung objek yang ditanyai. Penanya diminta untuk membedakan mana jawaban komputer dan mana jawaban manusia berdasarkan jawaban kedua objek tersebut. Jika penanya tidak dapat membedakan mana jawaban mesin dan mana jawaban manusia maka Turing berpendapat bahwa mesin yang diuji tersebut dapat diasumsikan ‘cerdas’.
Pemrosesan Simbolik
       Komputer semula didesain untuk memproses bilangan/angka-angka (pemrosesan numerik). Sementara manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak didasarkan pada sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematis. Sifat penting dari AI adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmu komputer yang melakukan proses secara simbolik dan non-algoritmik dalam penyelesaian masalah.
Heuristic
       Istilah heuristic diambil dari bahasa Yunani yang berarti menemukan. Heuristic merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian ruang masalah secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan di sepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar.
Penarikan kesimpulan
       AI mencoba membuat mesin yang memiliki kemampuan berpikir atau mempertimbangkan. Kemampuan berpikir termasuk di dalamnya proses penarikan kesimpulan berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode heuristic atau metode pencarian lainnya.
Pencocokan pola
       AI bekerja dengan metode pencocokan pola yang berusaha untuk menjelaskan objek, kejadian atau proses, dalam hubungan logis atau komputasional.

Aplikasi Sistem Pakar
ELIZA

            ELIZA ditulis di MIT oleh Joseph Weizenbaum antara tahu 1964 dan 1966. ELIZA merupakan simulasi dari psikoterapi Rogerian, dan dibuatr seolah-olah percakapan antara psikolog dan pasiennya dan dalam hal ini ELIZA berperan sebagai terapis. ELIZA merupakan chatbotter pertama. Chatbotter merupakan sebuah program komputer yang dirancang untuk menstimulasi percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia secara audio maupun teks.

PARRY
       PARRY ditulis tahun 1972 oleh psikiater Kenneth Colby. PARRY mensimulasi dari schizophrenia paranoid berdasarkan konsep, konseptualisasi dan kepercayaan (penilaian tentang konseptualisasi: penerimaan, penolakan, dan netral). PARRY juga menggunakan strategi percakapan dan merupakan program lanjutan dari ELIZA.

NETTALK
       NETTALK adalah jaringan saraf tiruan. Ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan di pertengahan 1980-an oleh Terrence Sejnowski dan Charles Rosenberg. Maksud di balik NETTALK adalah untuk membangun model sederhana yang mungkin menjelaskan kompleksitas pembelajaran tingkat manusia dalam tugas-tugas kognitif, dan pelaksanaannya sebagai model koneksionis yang juga bisa belajar untuk melakukan tugas yang sebanding.

Generalisasi Peranan AI dalam Bidang Psikologi
       Dalam psikologi AI sangat berguna, dalam ilmu psikologi terdapat pengukuran test kepribadian dan test intelegensi maka dari itu dibutuhkan AI seperti komputer dalam pengolahannya. Sistem informasi kerja komputer untuk membantu mengumpulkan data-data klien, hasil scoring dan sangat mempermudah kita dalam menghitung hasil scoring yang banyak. Karena dengan menggunakan sistem kerja komputer sangat banyak keuntungannya dalam pengerjaannya, seperti lebih terasa mudah, cepat, dan fleksibel dalam pengerjaannya.
       Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Anak-anak merupakan fase yang paling rentan dan sangat perlu diperhatikan satu demi satu tahapan perkembangannya. Contoh satu bentuk gangguan perkembangan adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut. Oleh karena itu dibangun suatu sistem pakar yang dapat membantu para pakar/psikolog anak untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF).
       Tes inventori juga menjadi salah satu implementasi lainnnya, tes EPPS (Edward Perssonal Preference Schedule) merupakan tes yang dapat dilakukan menggunakan AI atau kecerdasan buatan. Aplikasi tes kepribadian atau tes inventori berbasiskan sistem pakar ini, lebih mudah dan lebih cepat dalam proses pengukuran kepribadian dibandingkan metode terdahulu, sehingga memberikan banyak keuntungan dari segi penghematan waktu, tenaga, dan memudahkan kinerja user (pemakai) dalam mengukur kepribadiannya masing-masing. Selain itu aplikasi tes kepribadian ini dikemas dengan tampilan yang cukup menarik. Namun demikian, aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar ini tidak bisa menggantikan seorang ahli karena dia pakar di bidangnya. Aplikasi sistem pakar ini hanyalah alat bantu yang sangat bergantung pada data-data yang di-input oleh seorang programmer sehingga aplikasi sistem pakar ini haruslah selalu dikembangkan.


Daftar Pustaka
C.J., Date (2000). An Introduction to Database System. 7th Edition. Cambridge,
       Massachussets: AddisonWesley Publishing CompanyInc.,
Djahir, Y. & Pratita, D. (2014). Bahan ajar sistem informasi manajemen.
       Yogyakarta: Deepublish.
Durkin, J. (1994). Expert System Design and Development. New York. McMillan Publishing Company
Fatta, H. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan
       bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi Offset.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen: Pemahaman dan
       aplikasi. Jakarta: Grasindo.
Giarratano, J., dan Riley, G. (2005). Expert System: Principles and Programming, edisi 3. USA: PWS Publishing Company,
Ignizio, J. P. (1991). Introduction to Expert Systems: The Development and Implementation of Rule-Based Expert Systems. McGraw-Hill Higher Education.
Kadir, A. (1993). Konsep & tuntunan praktis basis data. Yogyakarta: Andi Offset.
Kristanto, A. (2004). Jaringan syaraf tiruan (konsep dasar, algotima, dan
       aplikasi). Yogyakarta : Gava Media.
Kusrini., (2006). Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi Offset
Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Laudon, K.C & Laudon, J.P. (2008). Sistem informasi manajemen mengelola perusahaan digital. Jakarta: Salemba.
Margianti, E. S & Suryadi, H. S. (1996). Sistem informasi manajemen. Jakarta:
          Universitas Gunadarma
Nagpal, D.P. (2000). Textbook on management information systems. New Delhi: S.Chand & Company Ltd
Rich, E. & K. Knight. (1991). Artuficial intelligence. New York: McGraw-Hil
Suyanto, M. (2005). Pengantar teknologi informasi untuk bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.
Umar, H. (2005). Riset pemasaran & perilaku konsumen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Unknown Web Developer