A. 1. DEFISINI CBIS (COMPUTER BASED
INFORMATION SYSTEM)
Menurut Fatta (2007) mengatakan bahwa Computer Based Information Sistem (CBIS)
sebenarnya mengacu pada sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi
komputer yaitu hardware, software,
people, procedures dan information.
Menurut Laudon dan Laudon (2008), Computer Based Information System (CBIS) adalah sistem informasi
untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan perangkat keras dan
lunak komputer.
Menurut Djahir dan Pratita (2014) Computer Based
Information System(CBIS) adalah fleksibilitas yang ditawarkan dalam rancangan
dan penggunaan data base.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
CBIS merupakan suatu sistem untuk menyebarkan berbagai informasi dari hasil
pemrosesan atau pengolahan data yang menggunakan hardware dan software
komputer.
Evolusi
CBIS
Selama tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an,
perusahaan raksasa multinasional banyak menyelesaikan pembangunan sistem
informasi global mereka (GIS/ Global Information System), tetapi masih terdapat
beberapa hal lain yang masih harus diselesaikan dalam rangka menyempurnakan
sistem pengelolaan informasi berbasis komputer yang mendunia ini. Pada tahun
2000-an, kurang lebih 2070 perusahaan multinasional akan didorong untuk memperbaiki
aplikasi sistem informasi dan bentukan arsitektur sistem ini. Sistem yang
mulanya dirancang untuk mendukung operasi yang tersentralisasi ataupun tidak
tersentralisasi akan ditingkatkan untuk memampukan perusahaan induk dan
cabangnya beroperasi sebagai sebuah koordinat suatu sistem yang terintegrasi.
Adapun hal yan perlu ditingkatkan dan diintegrasikan secara utuh dalam
pematangan sistem informasi dunia adalah peranan sistem informasi berbasis
komputer (Computer Based Information System atau CBIS).
Terdapat 5 jenis evolusi yang terdapat dalam CBIS atau
Computer Based Information System, yaitu :
Berfokus
pada data (SIA)
Menurut Margianti & Suryadi (1996) SIA merupakan
suatu rangkaian yang berkaitan satu sama lain untuk mendapatkan informasi dari
sebuah perusahaan untuk melakukan proses pencatatan akuntansi. Tugas sistem
informasi yaitu pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data, dan
menyediakan dokumen. SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk
laporan akuntansi standar dan menyediakan database yang lengkap untuk digunakan
dalam pemecahan masalah. Video dibawah merupakan sistem informasi akuntansi :
Berfokus pada Informasi (SIM)
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat
penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan
komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung
peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus
diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.
Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar
karena dengan adanya Manajemen Informasi perusahaan akan mudah mendapatkan
informasi yang akurat dan tepat guna mendukung dalam pengambilan keputusan
dalam perusahaan tersebut. SIM secara khusus menghasilkan laporan yang sifatnya
teteap dan rutin berdasarkan data yang diperoleh dan dirangkum dari sistem
pemprosesan transaksi. Sim hanya menyoroti kondisi-kondisi yang khusus dan luar
biasa, seperti kuota penjualan untuk suatu wilayah tertentu jatuh dibawah
tingkat yang diperkirakan, atau karyawan telah melebihi batas pengeluaran
tunjuangan perawatannya. Video dibawah mengenai sistem informasi manajemen :
Berfokus
pada Penunjang Keputusan (SPK)
Sistem
Pendukung Keputusan merupakan suatu ystem interaktif yang mendukung keputusan dalam
proses pengambilan keputusan melalui alternatif-alternatif yang diperoleh dari
hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model. Tujuannya adalah meningkatkan efektifitas manajer
dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efisiennya, memberikan dukungan
pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat dengan membantu integrasi
antar tingkat dan memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah
yang semi/tidak terstruktur. Video dibawah merupakan sistem penunjang keputusan
:
Berfokus
pada Komunikasi (Otomatis Kantor)
Otomasi perkantoran (Office Automation) mencakup semua sistem
elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi
informasi dari orang-orang didalam maupun diluar perusahaan. Kelompok pemakai
OA adalah manajer, sekretaris, dan pegawai administrasi.
Tujuan dari OA untuk mengurangi biaya administrasi,
pemecahan masalah, dan pelengkap serta bukan pengganti. Beberapa contoh
aplikasi OA yaitu pengolahan kata, e-mail, voice mail, kalender elektronik,
konferensi audio/video, konferensi computer, imaging, dan desktop publishing.
Berfokus
pada Konsultasi
Komputer
dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti
manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau biasa disebut dengan sistem pendukung
kecerdasan Sistem pendukung ini memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
a.
Memberikan tanggapan yang cepat dan
memuaskan padasituasi baru
b.
Memecahkan masalah berdasarkan penalaran
c.
Memahami permasalahan berdasarkan
pengalaman
d.
Mampu mengatasi masalah kompleks
2. Data
Hierarki
data
Menurut Suyanto (2005) hirarki data adalah urutan sebuah data.
Hierarki membentuk sesuatu pada beberapa aturan yang khusus atau berdasarkan
peringkat (misalnya kompleksitas dan tanggung jawabnya). Berdasarkan tingkat
kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki,
mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Berikut ini
adalah bentuk dari hirarki data :
a. Bit
Suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam
nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat
digunakan untukkomunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan
sekumpulankomponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on
dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
b. Byte
Bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori.
Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas
kombinasidelapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter
dalammemori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi, byte adalah
kumpulanbit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan
kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (=2 pangkat 8).
a. Field
Sekumpulan byte yang memiliki makna. Field atau kolom
adalah unit terkecil yang disebut data. Contoh: Joni yang merupakan field nama.
Jadi, field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
b. Record
Record atau baris adalah kumpulan item yang secara
logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang
mengenalinya, yaitu field kunci. Jadi, record ibarat kumpulan kata yang
membentuk satu kalimat yang berarti.
c. File
File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis
dan secara logik berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor
yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer.
Jadi tabel ibarat kumpulan baris atau record yang membentuk satu tabel yang
berarti, missal gambar 2 mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.
d. Database
Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan
secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi
manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data yang disusun ke
dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur
tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan
manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database menunjukkan suatu
kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkupperusahaan atau instansi untuk
tujuan tertentu. Contoh suatu database adalah database akademik yang berisi
file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk
mendukung operasi sistim informasi akademik.
Penyimpanan
Data Sekunder (DASD/ SASD)
Direct
Access Storage Device
Menurut
Gaol (2008), Penyimpanan akses langsung (Direct
Access Storage Device) adalah suatu cara mengorganisasikan data yang
memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan.
Direct Access Storage Device memiliki
mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam
media penyimpanan.
Menurut
Ukar (2006), dalam pengambilan data tertentu tidak perlu dicari dari awal,
tetapi bisa langsung ke data yang dituju. Oleh karena itu, prosesnya lebih
cepat.
Sequantial
Access Storage Device
Menurut
Anonim (2015), Sequantial Access Storage
Device adalah metode mengambil data dari perangkat penyimpanan. Dengan
akses sekuensial, perangkat harus bergerak melalui semua informasi sampai ke lokasi
di mana ia mencoba untuk membaca atau menulis. Metode ini sering dikontraskan
dengan akses random, di mana perangkat mungkin bergerak langsung ke lokasi
tertentu di memori.
Berdasarkan
penjelasan Sulianta (2008),Sequantial
Access Storage Device prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu
harus selalu dimulai dari awal.
Pemrosesan
Data (Batch, Online, Realtime)
Menurut Suyanto (2005) batch, online, real time adalah :
Batch
Suatu pengolahan data dimana data dikumpulkan dalam
kelompok-kelompok yang agak besar sebelum dimasukkan sebagai input dalam
komputeruntuk periode tertentu kemudian baru dilakukan pengolahan data yang
klasik.
Online
Pengolahan data yang dilaksanakan oleh peralatan yang
secara langsung dikontrol oleh CPU. Pada pengolahan ini dalam banyak hal masih
diperlukan peralatan tambahan untuk data yang dikirim dan diolah, yaitu Magnetic Tape Unit dan Disc Storage Device dan lainnya.
Real
time
Pengolahan data yang berjalan secara parallel dengan
proses fisik sehingga hasil dari pengolahan data itu muncul secara berurutan.
Database
dan DBMS
Database
Menurut
C.J. Date (2000), database dapat dianggap ialah sebagai tempat sekumpulan
berkas dan juga terkomputerisasi, jadi system database menurut Date pada
dasarnya ialah sistem terkomputersisai yang mempunyai tujuan utamanya ialah
untuk melakukan pemeliharaan terhadap informasi dan juga membuat informasi
tersebut tersedia saat dibutuhkan.
Menurut
Gordon C. Everest Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis,
terbagi / shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada
organisasi.
Menurut S.
Attre Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu
organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.
Berdasarkan
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa database merupakan tempat sekumpulan
berkas dan juga terkomputerisasi yang mekanis, terbagi / shared, terdefinisi
secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi dengan macam-macam
pemakaiannya.
DBMS
Database Management System
(DBMS) adalah seperangkat program komputer yang mengontrol pembuatan,
penanganan, dan penggunaan database. Kroncke at al (1997 dan 2007) menjelaskan
bahwa Database Management System
(DBMS) terdiri atas perangkat lunak yang mengoperasikan database, menyediakan
penyimpanan, akses, keamanan, back up dan fasiilitas lainnya. Database Management System ( DBMS)
adalah sistem pengorganisasian dan pengolahan data base pada komputer. Sistem
ini dirancang untuk mampu melakukan berbagai data dengan beberapa referensi
data yang sama. DBMS ini mampu diakses oleh berbagai aplikasi. Database Manajement System (DBMS) merupakan
software yang digunakan untuk membangun sebuah sistem basis data yang berbasis
komputerisasi. DBMS membantu dalam pemeliharaan dan pengolahan kumpulan data
dalam jumlah besar. Sehingga dengan menggunakan DBMS tidak menimbulkan
kekacauan dan dapat digunakan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan.
Sistem
pengelolaan database dapat dikategorikan berdasarkan : model data yang
didukung, seperti “relational database”
atau XML, tipe komputer yang didukung, seperti “server cluster” atau “mobile
phone”, bahasa untuk mengakses database, seperi SQL atau Xquery, penampilan
“trade-ofif” seperti “maximum scale” atau “maximum speed” atau lainnya. Beberaba DBMS mencakup lebih dari kategori didukung
beberapa bahasa akses seperti yang dilakukan pada DBMS MySQL, PostgreSQL,
Microsoft Access, SQL Server, FileMaker, Oracle, RDBMS, dBASE, Clipper, FoxPro
dan sebagainya.
Peranan
Database dalam Psikologi
Pembuatan
database dalam bidang Psikologi sangat membantu dalam mencari data-data yang
dibutuhkan, databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan
terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Misalnya sebuah
biro yang bekerja sama dalam penanganan kondisi anak berkebutuhan khusus di
suatu sekolah khusus yang tidak selalu ada di sekolah tetapi dengan program atau
fasilitas yang disediakan oleh biro dengan komunikasi secara online dan seorang
psikolog memberikan hasil assasment kepada guru untuk menangani atau merespon sementara
sebelum psikolog di sekolah anak yang mengalami gangguan, maka ia harus melihat
data-data pasien tersebut melalui data-data yang disimpan di database, berupa “Anak
ADHD”, yang didalamnya terdapat data berupa nama, umur, alamat, nama orang tua,
lama mengalami gangguan, hasil tes psikologis, dan lainnya. Dengan adanya
database tersebut, user atau psikolog tersebut hanya membutuhkan satu primary key untuk mendapatkan data yang
dibutuhkan, sehingga tidak terjadi data ganda.
A. Sistem Pakar (SP) dan AI (Artificial Intelligence)
Definisi
Sistem Pakar
Menurut Ignizio (1991) Sistem pakar
adalah suatu model dan prosedur yang berkaitan, dalam suatu domain tertentu,
yang mana tingkat keahliannya dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.
Menurut Durkin (1994) Sistem pakar adalah
suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian
masalah yang dilakukan seorang pakar.
Menurut Giarratano dan Riley (2005)
Sistem pakar adalah suatu sistem komputer.
Berdasarkan definisi di atas dapat
disimpulkan bahwa sistem pakar merupakan suatu program komputer yang dirancang
untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan seorang pakar
dan bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.
Definisi
Artificial Intelligence (AI)
Menurut Rich & Knight (1991),
kecerdasan buatan (artificial
intelligence) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer
melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
Menurut Kristanto (2004), mendefinisikan
kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus
ditunjukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem
kecerdasan komputer.
Menurut H.A Simon (dalam Kusrini, 2006)
mendefinisikan Artificial Intelligence
(kecerdasan buatan) merupakan kawasan penilitian, aplikasi dan instruksi yang
terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan
manusia adalah cerdas.
Berdasarkan definisi diatas dapat
disimpulkan bahwa Artificial Intelligence
merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditunjukan
dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas terkait dengan pemrograman
komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia dalam sistem
kecerdasan komputer.
Sejarah
SP dan AI
Sejarah
sistem pakar
Sistem Pakar petama kali dikembangkan
oleh komunitas AI (Artificial Intellegence) pada pertengahan tahun 1956. Sistem
Pakar yang munculpertama kali adalah General-purpose Problem Solver (GPS) yang
dikembangkan oleh Newel dan Simon (Sri Kusumadewi, 2003). Pertengahan tahun
1960-an, terjadi pergantian dari program serba bisa (general-purpose) ke program
yang spesialis (special-purpose) dengan dikembangkannya DENDRAL oleh
E.Feigenbauh dari Universitas Stanford dan kemudian diikuti oleh MYCIN. Awal
tahun 1980-an, teknologi Sistem Pakar yang mula-mula dibatasi oleh suasana
akademis mulai muncul sebagai aplikasi komersial, khususnya XCON, XSEL
(dikembangkan dari R-1 pada Digital Equipment Corp.) dan CATS-1 (dikembangkan
oleh General Electric). Sistem Pakar dari tahun ketahun selalu mengalami
perkembangan.
Sejarah
Artificial Intelligence
Artificial
Intelligence termasuk bidang ilmu yang relatif muda. Pada tahun 1950-an
para ilmuwan dan peneliti mulai memikirkan bagaimana caranya agar mesin dapat
melakukan pekerjaannya seperti yang bisa dikerjakan oleh manusia. Alan turing ,
seorang matematikawan inggris pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat
bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas. Hasil tes tersebut dikenal dengan Turing test, dimana si mesin tersebut
menyamar seolah-olah sebagai seseorang di dalam suatu permainan yang mampu memberikan
respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan. Turing beranggapan bahwa,
jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi
dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti
layaknya manusia). Alan turing juga melakukan percobaan lainnya yaitu Turing
melakukan percobaan ini pada saat berpikir bahwa komputer yang bisa berpikir
seperti otak manusia bisa hadir dalam kurun waktu 50 tahun lagi. Ilmu-ilmu baru
bermunculan dengan tujuan menghasilkan mesin-mesin cerdas inilah yang kemudian
kita kenal sebagai Artificial Intelegence (kecerdasan buatan). Kecerdasan
buatan sendiri dimunculkan oleh seorang profesor dari Massachusetts institute
of Technology yang bernama John McCarthy pada tahun 1965 pada Dartmouth
Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI. Pada konferensi tersebut juga
didefinisikan tujuan utama dari kecerdasan buatan, yaitu : mengetahui dan
memodelkan proses-proses berfikir manusia dan
mendesain mesin agar dapat menirukan kelakuan manusia tersebut.
Hubungan
AI dan Kognisi Manusia
Keterkaitan antara AI dengan kognisi manusia dapat
ditunjukkan dengan konsep AI, di antaranya adalah:
Turing
Test – Metode Pengujian Kecerdasan
Turing
test merupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat oleh Alan Turing.
Proses uji ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua objek yang
ditanyai. Yang satu adalah seorang manusia dan satunya adalah sebuah mesin yang
akan diuji. Penanya tidak dapat melihat langsung objek yang ditanyai. Penanya
diminta untuk membedakan mana jawaban komputer dan mana jawaban manusia
berdasarkan jawaban kedua objek tersebut. Jika penanya tidak dapat membedakan
mana jawaban mesin dan mana jawaban manusia maka Turing berpendapat bahwa mesin
yang diuji tersebut dapat diasumsikan ‘cerdas’.
Pemrosesan
Simbolik
Komputer semula
didesain untuk memproses bilangan/angka-angka (pemrosesan numerik). Sementara
manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak
didasarkan pada sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematis. Sifat
penting dari AI adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmu komputer yang
melakukan proses secara simbolik dan non-algoritmik dalam penyelesaian masalah.
Heuristic
Istilah
heuristic diambil dari bahasa Yunani yang berarti menemukan. Heuristic
merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian ruang masalah secara
selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan di sepanjang jalur
yang memiliki kemungkinan sukses paling besar.
Penarikan
kesimpulan
AI mencoba
membuat mesin yang memiliki kemampuan berpikir atau mempertimbangkan. Kemampuan
berpikir termasuk di dalamnya proses penarikan kesimpulan berdasarkan
fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode heuristic atau metode
pencarian lainnya.
Pencocokan
pola
AI bekerja
dengan metode pencocokan pola yang berusaha untuk menjelaskan objek, kejadian
atau proses, dalam hubungan logis atau komputasional.
Aplikasi
Sistem Pakar
ELIZA
ELIZA ditulis di MIT oleh Joseph
Weizenbaum antara tahu 1964 dan 1966. ELIZA merupakan simulasi dari psikoterapi
Rogerian, dan dibuatr seolah-olah percakapan antara psikolog dan pasiennya dan
dalam hal ini ELIZA berperan sebagai terapis. ELIZA merupakan chatbotter
pertama. Chatbotter merupakan sebuah program komputer yang dirancang untuk
menstimulasi percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia secara audio
maupun teks.
PARRY
PARRY ditulis tahun 1972
oleh psikiater Kenneth Colby. PARRY mensimulasi dari schizophrenia paranoid
berdasarkan konsep, konseptualisasi dan kepercayaan (penilaian tentang
konseptualisasi: penerimaan, penolakan, dan netral). PARRY juga menggunakan
strategi percakapan dan merupakan program lanjutan dari ELIZA.
NETTALK
NETTALK
adalah jaringan saraf tiruan. Ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan
di pertengahan 1980-an oleh Terrence Sejnowski dan Charles Rosenberg. Maksud di
balik NETTALK adalah untuk membangun model sederhana yang mungkin menjelaskan
kompleksitas pembelajaran tingkat manusia dalam tugas-tugas kognitif, dan
pelaksanaannya sebagai model koneksionis yang juga bisa belajar untuk melakukan
tugas yang sebanding.
Generalisasi
Peranan AI dalam Bidang Psikologi
Dalam
psikologi AI sangat berguna, dalam ilmu psikologi terdapat pengukuran test
kepribadian dan test intelegensi maka dari itu dibutuhkan AI seperti komputer
dalam pengolahannya. Sistem informasi kerja komputer untuk membantu
mengumpulkan data-data klien, hasil scoring dan sangat mempermudah kita dalam
menghitung hasil scoring yang banyak. Karena dengan menggunakan sistem kerja
komputer sangat banyak keuntungannya dalam pengerjaannya, seperti lebih terasa
mudah, cepat, dan fleksibel dalam pengerjaannya.
Salah satu
implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk
sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Anak-anak
merupakan fase yang paling rentan dan sangat perlu diperhatikan satu demi satu
tahapan perkembangannya. Contoh satu bentuk gangguan perkembangan adalah
conduct disorder. Conduct disorder
adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau
baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat
kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut.
Oleh karena itu dibangun suatu sistem pakar yang dapat membantu para
pakar/psikolog anak untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak
dengan menggunakan metode Certainty
Factor (CF).
Tes
inventori juga menjadi salah satu implementasi lainnnya, tes EPPS (Edward
Perssonal Preference Schedule) merupakan tes yang dapat dilakukan menggunakan
AI atau kecerdasan buatan. Aplikasi tes kepribadian atau tes inventori berbasiskan
sistem pakar ini, lebih mudah dan lebih cepat dalam proses pengukuran
kepribadian dibandingkan metode terdahulu, sehingga memberikan banyak
keuntungan dari segi penghematan waktu, tenaga, dan memudahkan kinerja user
(pemakai) dalam mengukur kepribadiannya masing-masing. Selain itu aplikasi tes
kepribadian ini dikemas dengan tampilan yang cukup menarik. Namun demikian,
aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar ini tidak bisa menggantikan
seorang ahli karena dia pakar di bidangnya. Aplikasi sistem pakar ini hanyalah
alat bantu yang sangat bergantung pada data-data yang di-input oleh seorang
programmer sehingga aplikasi sistem pakar ini haruslah selalu dikembangkan.
Daftar
Pustaka
C.J., Date (2000). An Introduction to Database System.
7th Edition. Cambridge,
Massachussets:
AddisonWesley Publishing CompanyInc.,
Djahir, Y. & Pratita, D. (2014). Bahan ajar sistem
informasi manajemen.
Yogyakarta:
Deepublish.
Durkin, J. (1994). Expert System
Design and Development. New York. McMillan Publishing Company
Fatta, H. (2007). Analisis dan perancangan sistem
informasi untuk keunggulan
bersaing
perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi Offset.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen:
Pemahaman dan
aplikasi.
Jakarta: Grasindo.
Giarratano, J., dan Riley, G. (2005).
Expert System: Principles and Programming, edisi 3. USA: PWS Publishing
Company,
Ignizio, J. P. (1991). Introduction
to Expert Systems: The Development and Implementation of Rule-Based Expert
Systems. McGraw-Hill Higher Education.
Kadir, A. (1993). Konsep &
tuntunan praktis basis data. Yogyakarta: Andi Offset.
Kristanto, A. (2004). Jaringan syaraf tiruan (konsep
dasar, algotima, dan
aplikasi).
Yogyakarta : Gava Media.
Kusrini., (2006). Sistem Pakar Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta: Andi Offset
Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar. Yogyakarta:
C.V Andi Offset.
Laudon, K.C & Laudon, J.P.
(2008). Sistem informasi manajemen mengelola perusahaan digital. Jakarta:
Salemba.
Margianti, E. S & Suryadi, H. S. (1996). Sistem
informasi manajemen. Jakarta:
Universitas Gunadarma
Nagpal, D.P. (2000). Textbook on
management information systems. New Delhi: S.Chand & Company Ltd
Rich, E. & K. Knight. (1991). Artuficial
intelligence. New York: McGraw-Hil
Suyanto, M. (2005). Pengantar
teknologi informasi untuk bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.
Umar, H. (2005). Riset pemasaran
& perilaku konsumen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.






