A. Pengertian Cinta Kasih
Cinta dan Kasih adalah sesuatu yang sangat berkesan bagi
semua manusia Makna cinta dan kasih yaitu sama semua menghasilkan makna yang
tiada batas. Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi oleh karena itu
semua orang memiliki cinta. Selain itu Cinta juga sumber kekuatan dari
segalanya, kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta
karena cinta dapat memberikan dorongan dan motivasi terhadap diri
seseorang.untuk menghasilkan sesuatu yang dinginnkan dapat tercapai dengan
indah. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau sangat
menaruh belas kasihan. sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, Karena itu cinta
kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang
disertai dengan menaruh belas kasihan. Banyak orang memaknakan arti cinta itu
kepada pasangannya dan sedangkan kasih itu diberikan kepada ibu,ayah,
adik,kakak, nenek,kakek,teman,sahabat,saudara lainya bahkan kita bisa
memberikan kasih kepada orang lain yang belum kita kenal sebelumnya. walah
sejauh ini terlihat berbeda antara cinta dan kasih, tetapi makna yang
sesungguhnya adalah sama-sama memiliki rasa sayang terhadap seseorang.
Tanpa kasih, cinta tidak akan muncul begitu saja sebaliknya.
dan bukan hanya manusia yang mempunyai cintah dan kasih tetapi seluruh mahluk
hidup di dunia memilikinya.
Cinta kasih tidak selalu ditujukan kepada pasangan kita
tetapi pada dasarnya cinta kasih adalah anugerah yang dianugerahkan tuhan
kepada seluruh makhluk-mahluknya, misalnya , ketika seekor hewan yang hidup
sendirian,sudah pasti nantinya akan mati dan tak tau arah,sama dengan manusia
yang butuh akan mahluk lainnya untuksaling melengkapi. seperti hewan dengan anaknya, ketika anaknya
diganggu oleh hewan lainya dengan sendirinya induk dari anak hewan terebut
melindungi anaknya.Naluri inipun ada pada manusia, dimulai dari cinta kasih
orang tua kepada anaknya, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi naluri kasih
sayang ini dapat tertutup jika terdapat hambatan – hambatan misalnya
pertengkaran, permusuhan, ketidaksukaan dan lainnya.
B. Cinta Menurut Ajaran Agama
A. Definisi Cinta
Untuk
mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan
kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta
tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan
(sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya
adalah adanya cinta itu sendiri
Menurut islam
Di antara
para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya
menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab
Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat
macam, yaitu:
1. Cinta ibadah.
Yaitu
mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di
atas.
2. Cinta syirik.
Yaitu
mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah berfirman, “Dan di antara manusia
ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah),
mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada
Allah.” (Al-Baqarah: 165)
3. Cinta maksiat.
Yaitu
cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah
dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman, “Dan kalian
mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
4. Cinta tabiat.
Seperti
cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang Idibolehkan.
Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah berfirman dalam surat Yusuf ayat 8
,“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam)
berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.”
Menurut kristen
1. Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)
2. Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan
tindakan (1 Yoh 3:18)
3. Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor
13:3)
Menurut hindu
Cinta
adalah perasaan pada kesenangan, kesetiaan, kepuasan terhadap suatu obyek.
Sedangkan kasih adalah perasaan cinta yang tulus lascarya terhadap suatu obyek.
Adapun yang menjadi obyek dari cinta kasih itu adalah semua ciptaan Sanghyang
Widhi Wasa. Tuhan Yang Maha Esa. Ciptaan Tuhan dapat digolongkan dalam
tingkatan sesuai eksistensinya atau kemampuannya yaitu “eka pramana” ialah
makhluk hidup yang hanya memiliki satu aspek kemampuan berupa bayu/tenaga/
hidup, seperti tumbuh-tumbuhan. “Dwi pramana” ialah makhluk hidup yang memiliki
dua aspek kemampuan berupa bayu dan sabda/bicara, seperti hewan/binatang. “Tri
pramana” ialah makhluk hidup yang memiliki tiga aspek kemampuan berupa bayu,
sabda dan idep/pikiran, seperti manusia.
Menurut buddha
Agama
Buddha tidak Alergi dengan istilah “cinta.” Terbukti dalam Nikaya Pali, yaitu:
Dhammapada ada satu bab yang diberi judul: Piya Vagga yang berarti kecintaan.
Begitu pula dalam Majjhima Nikaya terdapat sutta yang berjudul Piyajatika
Sutta, khotbah tentang orang-orang tercinta.
Dalam
Bahasa Pali juga ditemukan beberapa istilah cinta, seperti: piya, pema, rati,
kama, tanha (jawa trenso), ruci, dan sneha yang memiliki arti: rasa sayang,
kesenangan, cinta kasih sayang, kesukaan, nafsu indera (birahi), kemelekatan,
dsb, yang terjalin antara dua insan berbeda jenis atau cinta dalam lingkup
keluarga.
C. Pengertian Kasih Sayang
Kasih Sayang dalam Keluarga
Keluarga adalah sebagai suatu kesatuan dan pergaulan yang
paling awal. Sebagai satu kesatuan merupakan gabungan dari beberapa orang yang
ditandai oleh hubungan genelogis dan psikologis yang saling ketergantungan
dengan karakteristiknya yang berbeda. Jadi keluarga menggambarkan ikatan atau
hubungan di antara anggota keluarganya yang diikat dengan berbagai sistem
nilai.
Keluarga dalam bentuk apapun pada hakekatnya merupakan
persekutuan hidup, dalam kedudukan inilah lahir berbagai fungsi keluarga.
Keluarga merupakan bagian dari lingkungan kecil yang terdiri dari ayah, ibu,
dan anak yang merupakan bagian dari masyarakat dan bangsa, oleh karena itu
kekuatan suatu negara bersumber pada kekuatan keluarga, baik menyangkut
kelancaran, keselamatan maupun kelangsungan hidup suatu keluarga. Salah satu
faktor yang perlu diperhatikan dalam memelihara iklim emosional keluarga adalah
dengan adanya sikap kerjasama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota
keluarganya. kebutuhan-kebutuhan itu meliputi:
Kasih sayang
adalah faktor yang cukup penting dalam kehidupan anak, kasih sayang tidak akan
dirasakan oleh si anak apabila dalam kehidupannya mengalami hal-hal sebagai
berikut :Kehilangan pemeliharaan orang tuanya, Anak merasa tidak diperhatikan ,
dan kurang disayangi., Orang tua terlalu ambisius dan otoriter, Orang tua yang
mempunyai sikap yang berlawanan.
Seorang anak
merasa diterima oleh orang tua apabila dia merasa bahwa kepentingannya
diperhatikan serta merasa bahwa ada hubungan yang erat antara si anak dengan
keluarganya. Anak yang merasa sungguh-sungguh dicintai oleh orang tua dan
keluarganya pada umumnya akan merasa bahagia dan aman.
Setiap
anak ingin merasa bahwa ia mempunyai tempat dalam keluarganya, dalam arti bahwa
ia ingin diperhatikan, ingin agar ibu dan bapaknya, dan anggota keluarga
lainnya mau mendengar dan tidak mengacuhkan apa yang dikatakannya
Kebutuhan yang
dimaksud disini adalah kebebasan dalam batas-batas kewajaran. Pada umumnya anak
menginginkan kebebasan dari orang tuanya dalam hal melakukan berbagai aktifitas
dan memiliki teman bergaul.
Pemberian kasih sayang dalam keluarga di bedakan :
(1) Orang tua
bersifat aktif, si anak bersifat pasif
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap
anaknya baik berupa moral-materiil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anaknya
menerima saja, mengiyakan, tanpa memberikan respon. Hal ini menyebabkan si anak
menjadi takut, kurang berani dalam masyarakat, tidak berani menyatakan
pendapat, minder, sehingga si anak tidak mampu berdiri sendiri di dalam
masyarakat .
(2) Orang tua
bersifat pasif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih
sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang
tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang
di perbuat si anak.
(3) Orang tua
bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah
lakunya sendiri- sendiri, tanpa saling memperhatikan.Kehidupan keluarga sangat
dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak
ada tegur sapa jika tidak perlu.Orang tua hanya memenuhi dari hal materi saja.
(4) Orang tua
bersikap aktif, si anak bersikap aktif
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih
sayangdengan sebanyak-banyaknya.Sehingga hubungan antara orang tua dan anak
sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, saling
membutuhkan.
D, Pengertian Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau
karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat
atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi
nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang
dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber
atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ
kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami
istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan
masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda
dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan
sebagainya.
E. Pengertian Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada
Tuhannya yang di wujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.Kecintaan manusia
kepada Tuhan tidak dapat di pisahakan dari kehidupan manusia.Hal ini adalah
karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang
sebenarnya.Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi
dengan Tuhannya.Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya, mohon
perlindungan, mohon di limpahkan kebijaksanaan, agar di tunjukkan jalan yang
benar, mohondi tambahkan segala kekurangan yang ada padanya, da lain-lain.
F. Perngertian Belas Kasihan
Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional
empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari
cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan
humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan
kepribadian .
Dalam surat Al –Qolam ayat 4,” maka manusia menaruh belas
kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang
berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.”
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang
berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya
sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah
hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
G. Pengertian Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih
kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding,
sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah
tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut,
Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak
terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih
tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan
yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih
tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali
merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Sumber :
http://agaiueo.tumblr.com/post/34023978227/pengertian-cinta-kasih-cinta-dan-kasih-adalah
http://sanusiadam79.wordpress.com/2013/03/24/manusia-dan-cinta-kasih/
http://ilfen.blogspot.com/2012/03/pengertian-kasih-sayang.html
http://ilmu-budayadasar.blogspot.com/2012/12/kasih-sayang-pemujaan-dan-kemesraan.html
